Suara.com - Weton tulang wangi menjadi topik yang hangat dibahas karena momen malam 1 Suro pada 18 Juli 2023 lalu. Pada banyak konten yang beredar, weton tulang wangi disebut tidak boleh keluar saat malam 1 Suro karena satu dan lain hal. Tapi sebenarnya apa itu weton tulang wangi?
Weton sendiri merupakan sistem penanggalan Jawa yang menggabungan siklus 5 pasaran dan siklus 7 hari, sehingga menghasilkan kombinasi 35 hari yang berbeda. Tulang wangi menjadi istilah yang digunakan untuk menggambarkan salah satu kelompok di dalamnya.
Mengenal Apa Itu Weton Tulang Wangi
Weton tulang wangi sendiri juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti balung wangi, tulang renggang, darah manis, balung kuning, dan sebagainya. Orang-orang dengan weton ini memiliki daya tarik bagi makhluk astral yang dipercaya ada di sekitar kita.
Dilahirkan dengan kemampuan untuk merasakan atau melihat hal supranatural, orang-orang bisa melihat apa yang tidak terjangkau indera manusia biasa. Adanya sensitivitas ini yang kemudian menyebabkan makhluk astral ‘menyukai’ mereka, dan jadi alasan mengapa tidak boleh keluar di malam 1 Suro. Malam 1 Suro sendiri dipercaya jadi momen ketika pintu dunia astral dibuka lebar, dan makhluk di dalamnya keluar untuk mencari korban.
Salah satu ketakutan yang muncul dari masyarakat Jawa untuk orang-orang dengan weton ini saat malam 1 Suro adalah mereka akan mudah terganggu dan merasakan kehadiran atau interaksi. Dipercaya ketika seseorang tidak memiliki kekuatan mental atau batin yang baik, hal ini bisa memicu berbagai gangguan kejiwaan atau membawa petaka.
11 Kombinasi Weton Tulang Wangi
Ada setidaknya 11 weton yang masuk ke dalam kelompok atau kategori tulang wangi ini. Jika Anda termasuk salah satu diantaranya, maka bisa jadi Anda memiliki sensitivitas tinggi pada kehadiran makhluk gaib.
- Sabtu Wage
- Sabtu Legi
- Minggu Pon
- Minggu Kliwon
- Senin Kliwon
- Senin Wage
- Selasa Legi
- Rabu Pahing
- Rabu Kliwon
- Kamis Wage
- Senin Pahing
Meski hanya dicantumkan 11 weton ini, namun bukan tidak mungkin orang yang lahir pada weton berbeda memiliki karakter tulang wangi. Menjadi kepercayaan bahwa hal seperti ini adalah berkah atau pemberian dari leluhur pada anak cucunya.
Baca Juga: Pidato Wisudawan Terbaik IAIN Ponorogo Viral, Warganet: Kayak Akun Motivasi
Malam 1 Suro sudah dilewati, dan kini masyarakat Jawa memasuki tahun baru berdasarkan perhitungan kalendernya. Semoga artikel mengenai apa itu weton tulang wangi yang Anda baca ini bisa memberikan pengetahuan yang berguna, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!
-
Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite
-
Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan
-
Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan
-
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM