Suara.com - Pembangunan jalan tol di berbagai daerah di Indonesia menjadi salah satu fokus Presiden Jokowi dalam menyelesaikan masa jabatannya yang kurang dari satu tahun lagi. Beberapa proyek jalan tol yang telah rampung pun kini sudah mulai digunakan oleh masyarakat.
Hari ini, Kamis (20/07/2023) Presiden Jokowi pun akhirnya meresmikan tol Bengkulu -Taba Penanjung yang sudah mulai dibuka sejak Desember 2022 lalu.
"Alhamdulillah, pada pagi hari ini, jalan tol ruas Bengkulu-Taba Penanjung akan secara resmi beroperasi dan tol ini bertujuan untuk menunjang mobilitas logistik, mobilitas orang dan akan memunculkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru," ungkap Presiden Jokowi dalam video di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/07/2023) pagi tadi.
Proyek jalan tol yang dimulai sejak September 2019 ini pun menelan biaya hingga Rp 4 triliun dengan total panjang 16,7 km. Pembangunan tol ini pun menghubungkan dua provinsi, yaitu Bengkulu dan Sumatera Selatan. Pintu keluar tol ini pun diarahkan menuju Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Tol ini pun menjadi salah satu proyek jalan tol yang rampung di Pulau Sumatera.
Di tahun 2023 ini, ada beberapa proyek jalan tol yang ditargetkan akan rampung hingga akhir tahun. Jokowi pun sempat mengungkap proyek jalan tol ini diharapkan bisa segera dibuka dan diresmikan sebelum masa jabatannya di tahun 2024 berakhir.
Simak inilah daftar jalan tol yang akan rampung di tahun 2023.
1. Tol Sumatera Binjai-Langsa sepanjang 26,2 km.
2. Tol Sumatera Kisaran-Tebing Tinggi sepanjang 47,6 km.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Ajak Gibran Olahraga Bareng Akhir Pekan di Bogor
3. Tol Sumatera Simpang Indralaya-Prabumulih sepanjang 64,7 km.
4. Tol Sumatera Sigli-Banda Aceh seksi 5-6 sepanjang 13,2 km.
5. Tol Sumatera Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat seksi 1-2 sepanjang 28,45 km.
Tak hanya di Pulau Sumatera, beberapa proyek tol di Pulau Jawa juga akan segera rampung hingga akhir tahun 2023 ini. Berikut daftar tol Jawa yang akan segera rampung.
1. Jalan Tol Cinere - Jagorawi sepanjang 14,64 km.
2. Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan seksi 4-6 sepanjang 28,2 km.
Berita Terkait
-
Ganjar Pranowo Ajak Gibran Olahraga Bareng Akhir Pekan di Bogor
-
Jokowi Sebut Perbaikan Jalan Rusak di Sejumlah Provinsi Sudah Mulai Dilakukan
-
Bukan Soal Politik, Ini Isi Pembicaraan Pertemuan Jokowi dengan Prabowo dan Erick Thohir
-
Resmikan Tol Bengkulu, Jokowi Harap Harga Komoditas Makin Terjangkau
-
Jokowi Resmikan Tol Bengkulu-Taba Penanjung Senilai Rp4,8 Triliun
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
KPA: Konflik Agraria Naik 15 Persen di Tahun Pertama Prabowo, Kekerasan Aparat Melonjak
-
OPM Tembaki Pesawat Hercules, Wapres Gibran Batal ke Yahukimo dan Balik ke Jakarta
-
Buntut Kasus Aurelie Moeremans, Komisi XIII DPR Akan Gelar Rapat Gabungan Bahas 'Child Grooming'
-
AS Kirim USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah, Ancam Keamanan Iran?
-
4 Oknum Polisi di Madiun Terlibat Kasus Peredaran Narkoba
-
Kejati Bengkulu Dalami Dugaan Mark Up Proyek PLTA, Dokumen Disita dari Tiga Lokasi
-
Refly Harun Bongkar 7 Keberatan di Kasus Ijazah Jokowi: Ijazah Asli Justru Makin Meragukan
-
Momen Haru Sidang Kasus Demo Agustus, Ayah Terdakwa Peluk Anak di PN Jakut
-
Rencana Wapres Gibran ke Yahukimo Terhenti, Laporan Intelijen Ungkap Risiko Fatal
-
Dubes WHO Yohei Sasakawa Sorot Fakta Pahit Kusta: Diskriminasi Lebih Menyakitkan dari Penyakitnya