Suara.com - Ziarah kubur sebenarnya bukan hal baru. Banyak umat Muslim yang melakukan ziarah kubur, terutama di hari-hari tertentu seperti sebelum memasuki bulan Ramadan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Namun video yang diduga direkam saat ziarah kubur di unggahan akun Instagram @sinon_27 berikut ini membuat sejumlah orang bertanya-tanya.
"Takut komen," begitulah caption yang disertakan pemilik akun, seperti dikutip pada Rabu (2/8/2023).
Di video tersebut terlihat sejumlah jemaah pria yang membuat saf di antara deretan makam yang ada. Bahkan mereka juga terlihat membentangkan sajadah sebagai alas.
Namun yang menjadi sorotan adalah gerakan tubuh yang dilakukan para jemaah tersebut. Sebab alih-alih berdoa layaknya ziarah kubur pada umumnya, mereka malah tampak menggerakkan tubuh ke depan dan belakang.
Secara serempak mereka juga berzikir sembari menggerakkan tubuh. "???" tulis pemilik video, seolah mempertanyakan alasan dari gerakan-gerakan tersebut.
Sontak hal ini menjadi buah bibir di kolom komentar, termasuk mempertanyakan ajaran siapa yang dianut sehingga timbul gerakan seperti itu.
Banyak juga yang merasa terganggu dengan kegiatan ibadah yang dilakukan di kuburan sementara menurut ajaran Islam ada adab yang harus diperhatikan bagi mereka yang hendak ziarah kubur.
"Takut komen, takut dibilang penistaan agama," komentar warganet.
Baca Juga: Panduan Doa Ziarah Kubur Orang Tua Latin Lengkap, Wujud Birrul Walidain Seorang Anak
"Kasihan mayatnya lagi tidur nyenyak keganggu," celetuk warganet.
"Di kuburan juga ada etikanya. Ke kuburan aja ada salamnya buat ahli kubur, laa ini malah dibuat ibadah yang seharusnya bukan tempatnya, apalagi ibadahnya macem kek gini yang meskipun tidak dilakukan tidak berdosa, gw mending cabut si bray.. hehe," imbuh warganet lain.
Namun ada beberapa warganet yang menerangkan bahwa para jemaah tersebut diduga sedang bernasyid.
"Ini namanya Dzikir Nasyid yang kembangkan di Kalimantan oleh Abah Guru Sekumpul. Dzikir tersebut sudah ada sanadnya Sampe Rosululloh Saw... Ente-ente pada yang mengatakan Itu Sesat, belajar lagi Ilmunya.. Jangan hanya Melihat di video aja kalian pada berani mengatakan itu sesat ......" kata warganet.
Sementara dikutip dari berbagai sumber, Abah Guru Sekumpul menyebut zikir nasyid sebagai cara untuk membuat seluruh anggota tubuh ikut berzikir.
"Badan bergerak saat zikir itu agar seluruh badan ikut berzikir," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Tetap Berjalan di Tengah Transisi Kepemimpinan
-
Pembangunan Huntara Terus Dikebut, 4.263 Unit Rampung di 3 Provinsi Terdampak Bencana
-
Prabowo Temui Sejumlah Tokoh yang Disebut Oposisi di Kertanegara, Bahas Korupsi hingga Oligarki
-
DLH DKI Pastikan RDF Plant Rorotan Beroperasi Aman, Keluhan Warga Jadi Bahan Evaluasi
-
Wamensos Agus Jabo Tekankan Adaptivitas Siswa Sekolah Rakyat Hadapi Perubahan Zaman
-
Belum Jadi Kader Resmi, Jokowi Disebut Sudah Ajak Relawannya untuk Masuk PSI
-
PDIP Sarankan Beberapa Langkah untuk Respons Merosotnya IHSG dan Mundurnya Pejabat BEI-OJK
-
Kunjungi SRMP 1 Deli Serdang, Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Ramah Disabilitas
-
Ahmad Muzani di Harlah NU: Bangsa Ini Berutang Jasa pada Kiai dan Santri
-
Sesuai Arahan Presiden, Gus Ipul Serahkan Santunan Ahli Waris Korban Banjir Deli Serdang