Suara.com - Sudahkah Anda mengetahui seperti apa urutan sholat tahajud, hajat, dan witir yang benar? Perlu dipahami, sholat tahajud merupakah sholat sunnah yang dilaksanakan pada saat malam hari sesudah tidur.
Sementara itu, sholat hajat termasuk sholat sunnah yang dilaksanakan karena sebab atau alasan tertentu, misalnya sholat minta hujan (istisqa), sholat minta petunjuk memilih (istikharah), sholat gerhana matahari dan bulan, sholat jenazah, dan lain sebagainya.
Sholat-sholat tersebut dapat dilaksankan pada saat terjadi beberapa sebab. Misalnya, tentu tidak akan ada sholat jenazah tanpa kematian, sholat istikharah dilakukan hanya dalam kebimbangan untuk memilih saja, begitu juga dengan sholat hajat yang dilaksanakan karena adanya kebutuhan-kebutuhan yang mendesak. Lantas, bagaimana urutan sholat tahajud, hajat dan witir yang benar?
Ini memang berbeda dengan sholat tahajud yang memang termasuk dalam kategori sholat sunnah yang tergantung pada waktu. Sama halnya seperti sholat dhuha yang hanya boleh dilakukan selama waktu dhuha, sholat isyraq yang dilaksanakan pada saat matahari terbit, dan juga sholat zawal yang dilakukan pada saat matahari tenggelam. Sholat-sholat tersebut hanya dapat dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu saja, tidak bisa sembarangan waktu.
Kemudian, sholat witir merupakan ibadah sholat sunnah dengan jumlah rakaat ganjil yang dapat dilakukan untuk menutup ibadah sholat sunnah yang dikerjakan pada hari itu. Jika Anda sudah selesai menjalankan sholat sunnah tahajud dan sholat hajat misalnya, lalu Anda tidak bermaksud untuk mengerjakan sholat sunnah lainnya, maka sangat disarankan bagi Anda untuk mengerjakan sholat witir.
Ibadah sunnah sholat witir ini biasanya dikerjakan sebanyak 3 rakaat, akan tetapi jika ternyata kondisi fisik tidak memungkinkan, maka silakan menjalankan sholat witir sebanyak 1 rakaat saja.
Lantas, seperti apa urutan sholat tahajud, hajat, dan witir yang benar?
Urutan Sholat Tahajud, Hajat dan Witir yang Benar
Jika Anda terbangun pada malam hari, maka silakan Anda bisa mulai dengan melaksanakan ibadah sholat sunnah dua rakaat, kemudian dilanjutkan dengan sholat taubat. Setelah itu, maka Anda bisa melanjutkan dengan sholat tahajud yang terdiri dari 2 sampai dengan 8 rakaat, kemudian bisa ditutup dengan sholat witir 3 rakaat.
Baca Juga: Inilah 4 Hal yang Diminta Setelah Sholat Tahajud, Panjatkan Doa Ini
Setelah Anda menyelesaikan sholat tahajud, Anda juga dapat melanjutkan dengan ibadah sholat sunnah hajat antara 2 sampai dengan 12 rakaat. Pada saat melakukan sholat hajat ini, Anda diharuskan untuk membaca surat Al-Fatihah, ayat kursi, lalu surat Al-Ikhlas pada setiap rakaatnya. Dengan begitu, sholat hajat dan tahajud yang Anda lakukan dapat terlaksana secara berurutan dan bisa memberikan manfaat spiritual yang maksimal dalam praktik ibadah sehari-hari.
Itulah penjelasan singkat mengenai sholat tahajud, hajat, dan witir. Bagaimana, sekarang sudah tidak bingung lagi seperti apa urutan sholat tahajud, hajat, dan witir yang benar, bukan?
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
Inilah 4 Hal yang Diminta Setelah Sholat Tahajud, Panjatkan Doa Ini
-
Bacaan Sholat Hajat 2 Rakaat: Niat dan Doa Setelahnya
-
Apakah Boleh Sholat Tahajud Tanpa Tidur? Ini Penjelasan Lengkap Ustadz Adi Hidayat
-
Ini Urutan Sholat Malam yang Benar, Shalat Tahajud, Taubat atau Hajat Dulu?
-
Tata Cara Sholat Tahajud 2 Rakaat Lengkap dari Niat sampai Salam
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Transaksi dari Penggeledahan PT DSI
-
Pakar Hukum Desak RUU Perampasan Aset Disahkan pada 2026
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
-
DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest
-
Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka
-
Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza
-
PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua