Suara.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bakal menjemput bola, dalam memberikan perlindungan terhadap keluarga personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Bripda Ignatius Dwi Frisco.
Ignatius sendiri tewas usai tertembak oleh seniornya, di Rumah Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (23/7/2023) lalu.
"Kami sudah bicarakan, namun karena hari ini padat, tapi akan kami agendakan untuk bisa jemput bola," kata Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo, usai perayaan HUT LPSK ke-15, di kantornya, Selasa (8/8/2023).
Meski demikian, Hasto mengatakan, pihaknya mungkin baru bisa mendatangi keluarga korban, lantaran padatnya rangkaian HUT LPSK.
"Saya kira minggu depan. Ya karena ini masih padat," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi hingga sejauh ini belum ada permintaan dari keluarga Bripda Ignatius kepada pihaknya.
"Sejauh ini belum ada sih," kata Edwin.
Sejauh ini, lanjut Edwin, pihaknya masih melihat kondisi di lapangan. Jika dirasa keluarga Bripda Ignatius membutuhkan perlindungan dari LPSK, maka pihaknya siap memberikannya.
"Kalau kami sih sangat terbuka jika ada kebutuhan permohonan dari pihak keluarga, artinya mereka punya status sebagai saksi, sebagai pelapor atas peristiwa ini, punya keterangan penting untuk mengungkap peristiwa ini," katanya.
Baca Juga: 4 Hal yang Terbongkar dari Rekonstruksi Kasus Bripda IDF: Pelaku Sempat Mau Kabur
"Kalau mereka ada kekhawatiran dan ketakutan untuk mengungkap keterangan penting itu, jadi kami siap melindunginya," katanya.
Edwin menambahkan, pihaknya tidak bisa serta merta memberikan perlindungan jika pihak keluarga tidak mengajukan permohonan.
"Karena LPSK itu bukan bodyguard, jadi baru bisa melindungi kalau itu punya status hukum, kalau orang itu bersedia untuk dilindungi, kalau mereka punya kebutuhan tetapi tidak mau dilindungi, kami tidak bisa memaksa," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia