Suara.com - Polisi kini turut mengusut laporan pelechan seksual yang diduga dilakukan oleh fotografer Miss Universe Indonesia 2023.
Dugaan tersebut bermula dari laporan sejumlah finalis Miss Universe Indonesia 2023 yang mengaku dipaksa foto bugil dan memamerkan area kewanitaan mereka.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya kini turut mengungkap kronologi pelecehan seksual Miss Universe Indonesia 2023 versi polisi.
Polda Metro Jaya: Peserta dipaksa foto bugil
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi melalui kronologi yang ia peroleh membenarkan bahwa finalis dipaksa foto bugil dan mendapat beberapa bentuk pelecehan seksual lainnya.
"Para korban ini merasa dipaksa untuk melepas bajunya kemudian difoto (dalam kondisi bugil) dan sebagainya," kata Hengki dalam konferensi pers, Jakarta, Jumat (11/8/2023).
Kejadian tersebut terjadi pada awal bulan ini alias Agustus 2023. Seorang panitia penyelenggara yang bertugas sebagai fotografer memaksa para finalis untuk menanggalkan seluruh pakaian mereka.
Sosok fotografer tersebut berdalih memeriksa tubuh para finalis melalui body checking.
Hengki juga turut membenarkan bahwa body checking telanjang tak masuk ke dalam rundown alias pedoman rangkaian acara.
Baca Juga: Sejarah Miss Universe Sejak 1974: Baru Kali Ini Ada Sesi Foto Bugil, Sesuai SOP?
"Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa kejadian pada tanggal 1 Agustus (2023) yang lalu di mana para finalis Miss Universe ini dikarantina selama 2 minggu di TKP salah satu hotel. Kemudian tiba-tiba dilakukan body checking yang sebenarnya itu tidak ada dalam rundown-nya," ungkapnya.
Pengacara para finalis, Mellisa Anggraini mengungkap sudah ada 8 finalis yang kompak melaporkan hal yang sama yakni pelecehan seksual oleh oknum panitia.
"Sudah 8 (finalis Miss Universe Indonesia 2023 ikut melapor) kalau enggak salah, dan masih terus bertambah," ungkap Mellisa saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (10/8/2023).
Kronologi pelecehan seksual versi korban
Kronologi yang dipaparkan oleh Hengki senada dengan yang dilaporkan oleh para korban.
Salah satu perwakilan finalis, LN kini diundang ke siniar Deddy Corbuzier untuk mengungkap kronologi kejadian.
Berita Terkait
-
Sejarah Miss Universe Sejak 1974: Baru Kali Ini Ada Sesi Foto Bugil, Sesuai SOP?
-
Bejat! Viral Pedagang Keliling Diduga Lakukan Pelecehan ke Anak SD, Aksinya Terekam CCTV
-
5 Fakta Fabienne Nicole: Anak Direktur, Dituding Nyogok Miss Universe Indonesia 2023
-
5 Potret Fabienne Nicole Bareng Ibu yang Jadi Direktur MNC Land, Glamor dengan Hidup Mewah!
-
Profil Mario Teguh yang Dicecar Polisi Terkait Dugaan Penipuan Skincare
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
Terkini
-
Video Viral Pegawai Ritel Dianiaya di Pasar Minggu, Polisi Masih Tunggu Laporan Korban
-
5 Fakta Aksi Warga Tolak Party Station di Kartika One Hotel Lenteng Agung
-
Gaza Diserang, Prabowo Komunikasi ke Board of Peace
-
Sempat Picu Korban Jiwa, Polisi Catat 1.000 Titik Jalan Rusak di Jakarta Mulai Diperbaiki
-
Jelang Hadapi Saksi, Nadiem Makarim Mengaku Masih Harus Jalani Tindakan Medis
-
Propam Pastikan Bhabinkamtibmas Tak Aniaya Pedagang Es Gabus, Aiptu Ikhwan Tetap Jalani Pembinaan
-
Singgung Alasan Medis Nadiem Makarim, Pengacara Minta Penahanan Dibantarkan
-
Israel Kembali Serang Gaza, Komisi I DPR Minta RI Lebih Aktif Tekan Institusi Internasional
-
Febri Diansyah: Dialog Publik soal Fakta Sidang Bukan Obstruction of Justice
-
Ekonom UGM: Iuran Dewan Perdamaian Bebani APBN, Rakyat Bersiap Hadapi Kenaikan Pajak