Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Budi Arie Setiadi meminta masyarakat agar menjauhi judi slot online karena potensial merusak masa depan keluarga.
"Judi slot kegiatan yang sangat tidak produktif bagi kemajuan bangsa Indonesia ke depan," katanya saat menjadi narasumber dalam acara Dialog Interaktif "Penyiaran Merawat Perbatasan" di Kabupaten Bintan, Kepri, Sabtu (12/8/2023).
Menurutnya, belakangan ini aktivitas judi slot menjadi salah satu pemicu meningkatnya angka kriminal, bunuh diri, hingga pinjaman online di Tanah Air.
Oleh karena itu, katanya, Kementerian Kominfo siap memerangi judi slot agar tidak bisa lagi diakses di Indonesia.
Ia mengatakan pihaknya mensinyalir bandar judi slot online itu berasal dari negara tetangga, Kamboja.
"Apalagi Provinsi Kepri berbatasan langsung dengan banyak negara tetangga sehingga pengaruh judi slot tentu sangat besar bagi warga di sini," katanya.
Dia menyampaikan bahwa Kementerian Kominfo telah melakukan pemutusan akses (take down) aplikasi judi slot online Higgs Domino Island (HDI) di Google Playstore dan Apple Appstore.
Tidak hanya HDI, katanya, terhitung sejak tanggal 17 Juli 2023 hingga 7 Agustus 2023, Kementerian Kominfo telah memutus akses 42.622 konten perjudian online.
“Kementerian Kominfo sudah melakukan pemutusan akses terhadap High Dominos Island, sekarang tidak ada lagi HDI di Google Playstore dan Apple Appstore. Rata-rata setiap harinya kami melakukan pemutusan akses 1.500 sampai 2.000 situs dan puluhan aplikasi, termasuk aplikasi gim terkait perjudian online yang serupa dengan HDI,” ujarnya.
Baca Juga: Menelusuri Pemilik Judi Online Higgs Domino Island, Punya Kantor di Jakarta?
Dia menyampaikan bahwa Kementerian Kominfo menemukan fakta perputaran uang dari salah satu situs judi online dengan jenis slot bisa mencapai Rp2,2 triliun per bulan atau Rp27 triliun setahun. Sementara, potensi kerugian lebih banyak dialami masyarakat menengah ke bawah.
“Hal lebih menyedihkan itu yang menjadi korban adalah masyarakat kecil. Kita akan koordinasikan dengan aparat penegak hukum,” katanya. (Sumber: Antara)
Berita Terkait
-
Menelusuri Pemilik Judi Online Higgs Domino Island, Punya Kantor di Jakarta?
-
Perputaran Uang Judi Online di Indonesia Kalahkan PAD Jawa Tengah
-
Sidang Korupsi BTS 4G, Mantan PPK Bakti Kominfo Elvano Hatorangan Akui Terima Uang Rp 8 Miliar dari Anang Achmad Latif
-
Game Judi Higgs Domino Island 'Kumpulkan' Uang Rp2,2 Triliun Tiap Bulan
-
Sidang Kasus BTS Johnny Plate, Hakim Perintahkan Jaksa Tindak Eks PKK BAKTI Kominfo: Selesailah Saudara
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Pengakuan Getir Pedagang Es Gabus Johar Baru: Dituduh Jual Spon, Kini Ngaku Dianiaya Aparat
-
Menembus Awan Tanpa Jejak: Ambisi Singapore Airlines Menata Langit Biru Masa Depan
-
Kewenangan Daerah Terbentur UU Sektoral, Gubernur Papua Selatan Minta Otsus Direvisi
-
Ribuan Buruh Mau Geruduk Istana Hari Ini, Bawa Tiga Tuntutan Mendesak
-
Mabes TNI Akui Sudah Temui Pedagang Es Sudrajat, Harap Polemik Tak Berlanjut
-
Saksi Sebut Mantan Direktur SMP Kemendikbudristek Minta Bantuan Bawahan untuk Lunasi Rumah
-
Harga Kelapa Dunia Melemah, ICC Sebut Dipengaruhi Faktor Ekonomi dan Geopolitik
-
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Sangat Lebat Berpotensi Guyur Jakarta Hari Ini
-
Alarm Kesehatan: Wamenkes Soroti Lonjakan Kasus Kanker Serviks di Usia 30-an
-
Maktour dalam Kasus Kuota Haji: Saksi atau Terlibat?