Suara.com - Perumda Dharma Jaya berencana membuka perusahaan cabang di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Hal ini dilakukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut untuk menyuplai kebutuhan protein hewani di Nusantara.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan, untuk mewujudkan rencana ini, pihaknya bakal bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat nantinya.
“Insyaallah kita akan buat cabang di IKN dan bekerja sama dengan pemerintah daerah disana. Untuk persiapan IKN, kita sudah survei untuk menjadi salah atau supporting untuk kebutuhan-kebutuhan yang ada di IKN. Itu jangka panjang, dan masih sedang kita persiapkan,” ujar Raditya kepada wartawan, Selasa (15/8/2023).
Raditya menyebut pihaknya sejak 2023 sudah menjalin kerja sama untuk membantu penyediaan stok pangan daerah lain yang kekurangan. Beberapa wilayah di Sumatera disebutnya rutin dikirimi stok pangan protein hewani.
“DKI Jakarta bukan hanya membeli, tetapi memastikan untuk membantu daerah-daerah yang kesulitan sehingga dapat mencegah inflasi. Jadi daripada barangnya kita ambil dari sana, kemudian terjadi inflasi, mendingan kita bantu disana," ucapnya.
Ia mengatakan, DKI Jakarta bukan daerah produsen bahan baku hewani, melainkan merupakan daerah konsumsi. Kondisi ini membuat kerja sama dengan daerah produsen sangat penting dalam pemenuhan produk hewani.
“Karena itu penting sekali kerja sama antara Provinsi DKI Jakarta dengan daerah-daerah produsen hewani. Kerja sama ini untuk memastikan stok pangan di DKI Jakarta. Kerja sama yang kami lakukan itu khusus produk pangan hewani seperti ayam, ikan dan daging sapi,” kata Raditya.
Saat ini, Perumda Dharma Jaya sudah menjalin kerja sama dengan Lampung, Banten, Jawa Barat, Pati dan Blora, Malang, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kerja sama dengan daerah produsen sapi, Raditya mengatakan, telah menghasilkan total pemasukan sapi mencapai 1.748 ekor di tahun 2022.
Baca Juga: Dharma Jaya Renovasi Cold Storage Untuk Difungsikan Jadi Pasar Daging, Target Rampung Januari 2024
Dengan rincian, Kupang NTT sebanyak 994 ekor, Bali sebanyak 105 ekor, Flores NTT sebanyak 77 ekor, Jawa Tengah sebanyak 184 ekor, Sumbawa NTB 200 ekor, Lampung sebanyak 125 ekor, Makasar sebanyak 13 ekor dan Madura sebanyak 50 ekor.
Untuk tahun 2023, hingga Juli, total pemasukan sapi baru mencapai 1.000 ekor.
"Sementara itu, stok produk pangan hewani di Perumda Dharma Jaya, per 31 Juli 2023 ada sebanyak 305 ton daging sapi, 188 ton daging ayam, 541 ton ikan kembung dan 150 ekor sapi potong," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Viral Video Panglima Pajaji Tantang Panglima Jilah Buntut Pelaporan Rocky Gerung, Warganet Ingatkan Jaga Persatuan Dayak
-
Songsong IKN, Kemenparekraf Tingkatkan SDM Perhotelan di Kaltim
-
Jokowi Pamer Pembangunan Ibu Kota Baru di Kalitim Jadi Proyek Terbesar di Dunia
-
Warga Terus Berteriak Sesak Karena Polusi di Jakarta, Jokowi: Sudah Bertahun-tahun Kita Alami
-
Masyarakat Adat Tolak Rencana Transmigrasi 6 Ribu Warga Yogya ke IKN, Isran Noor: Siapa yang Menolak Itu?
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya
-
PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut
-
'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
-
Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli
-
PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya
-
Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print
-
Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka