Suara.com - PDI Perjuangan mengunggah video yang menampilkan Gibran Rakabuming mengajak masyarakat mendukung dan memilih Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Selain Gibran, sejumlah kepala daerah dari PDIP juga diminta membuat video ajakan mendukung Ganjar.
Terkait itu, warganet lantas menyebut PDIP 'curi start' kampanye. Dalam video tersebut, Gibran Rakabuming selaku kader PDIP yang juga merupakan juru kampanye Ganjar Pranowo mengajak masyarakat untuk memilih Ganjar pada Pemilu 2024 mendatang.
Video tersebut serentak diunggah oleh PDIP melalui platform resmi media sosial milik partai tersebut, contohnya di akun youtube resmi PDIP.
Namun hal tersebut rupanya memicu reaksi dari warganet, khususnya X. Mengingat masa kampanye masih terhitung beberapa bulan lagi.
Tak jarang mereka menge-tag akun badan pengawas pemilu (Bawaslu) terkait cuitan mereka.
"Jadwal kampanye Pilpres 2024 di tempat umum dan media sosial dimulai tanggal 28 November 2023 s/d 10 Februari 2024 sesuai KPU dan Bawaslu. Tapi ini Gibran Rakabuming sudah mulai, bagaimana nih pak Ganjar," tulis salah satu warganet.
"Di undang-undang Pemilu No.7/2017 dan UU lainnya sudah jelas. Pejabat publik dilarang berkampanye apalagi belum masuk tahap penetapan paslon (pasangan calon)," tulis akun lain.
"Mungkin ini Gibran sebagai petugas partai ya Bawaslu," tulis akun lainnya.
Adapun jadwal yang ditetapkan oleh KPU, masa kampanye dimulai pada 28 November 2023-10 Februari 2024.
Baca Juga: Soal Relawan Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024, Gibran Sebut Masih Menunggu Arahan dari Partai
Kampanye dilakukan dengan pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga kampanye di tempat umum, debat pasangan calon presiden dan wakil presiden, dan media sosial.
Terbaru, Mahkamah Konstitusi (MK) melarang praktik kampanye dilakukan di tempat ibadah. Sebagai gantinya, paslon diperbolehkan kampanye di instansi pendidikan dan instansi pemerintah dengan tanpa atribut.
Berita Terkait
-
Wacana Persatukan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, Sekjen PDIP Tegaskan Kriteria Cawapres
-
Selvi Ananda Koleksi Tas Mewah Harga Puluhan Juta, Demi Status?
-
Novel Baswedan Sepakat dengan Megawati Bubarkan KPK: Tapi Jika Presiden Sudah Tak Ingin Perbaiki!
-
Soal Relawan Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024, Gibran Sebut Masih Menunggu Arahan dari Partai
-
Rekam Jejak Rizal Ramli, Mantan Menteri Bawa Rombongan ke KPK Tagih Kasus Gibran-Kaesang
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Sudah Dapat Tiket Upacara 17 Agustus 2026 di Istana? Simak Aturan Berpakaiannya
-
Tinggalkan Gaya Lama, Pakar Dorong Kapal PPA Segera Dilengkapi Rudal Aster
-
Hair Serum Dipakai Kapan? Ketahui Waktu Terbaik dan Cara Aplikasinya agar Hasil Maksimal
-
Semen Gresik Raih TOP BRAND AWARDS 2026, Bukti Tetap Menjadi Pilihan Masyarakat Indonesia
-
Nadiem Sindir Perlakuan 'Spesial' Kejagung ke Febrie Adriansyah: Saya Langsung Diborgol
-
Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun
-
Smartfren Luncurkan Unlimited 5G di Semarang, Perkuat Jaringan Digital di Jawa Tengah
-
Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar
-
Mas Dhito Kembali Salurkan 216 Bantuan Pertanian Bagi Petani Guna Dukung Peningkatan Produksi
-
Empat Buronan Pemerintah China Dideportasi dari Semarang, Diduga Terlibat Love Scamming