Suara.com - Nama-nama mantan narapidana kasus korupsi muncul dalam Daftar Calon Sementara (DCS) bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPR hingga DPD pada Pemilu 2024. Nama-nama tersebut dibeberkan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam dokumen yang diunggah di situs resminya.
ICW berkaca pada Pemilu 2019 yang saat itu KPU mengumumkan daftar caleg yang berstatus mantan napi korupsi. Namun pada kali ini, KPU tidak melakukannya. ICW pun berharap KPU segera mengumumkan status mantan napi korupsi itu dalam DCS.
"Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia harus segera umumkan status mantan terpidana korupsi dalam daftar calon sementara bakal calon legislatif," tulis ICW.
Berkaitan dengan hal tersebut, berikut ini sederet nama-nama tersebut:
1. Abdillah
Pencalonan di tingkat DPR RI dari Partai NasDem
Daerah Pemilihan: Sumatera Utara I dengan nomor urut 5
Kasus: korupsi pengadan mobil pemadam kebakaran serta penyelewengan dana APBD.
2. Abdullah Puteh
Pencalonan di tingkat DPR RI dari Partai NasDem
Daerah Pemilihan: Aceh II dengan nomor urut 1
Kasus: korupsi pembelian 2 unit helikotpter saat menjabat sebagai Gubernur Aceh
3. Susno Duadji
Baca Juga: Wacana Duet Ganjar-Anies Mencuat, Ketum Partai Ummat Soroti Titik Singgung Koalisi Partai
Pencalonan di tingkat DPR dari PKB dengan nomor urut 2
Kasus: korupsi pengamanan Pilkada Jabar 2009 dan penanganan PT Salmah Arowana Lestari (PT SAL)
4. Nurdin Halid
Pencalonan di tingkat DPR dari Partai Golkar
Daerah Pemilihan Sulsel II dengan nomor urut 2
Kasus: korupsi distribusi minyak goreng Bulog
5. Rahudman Harahap
Calon Legislatif DPR dari Partai NasDem
Daerah Pemilihan: Sumut I dengan nomor urut 4
Kasus: korupsi dana tunjangan aparat desa Tapanuli Selatan ketika menjabat sebagai Sekda Tapanuli Selatan
6. Al Amin Nasution
Calon Legislatif DPR dari PDIP
Daerah Pemilihan: Jawa Tengah VII dengan nomor urut 1
Kasus: menerima suap dari Sekda Kab Bintan Kepri Azirwan untuk lancarka proses alih fungsi hutan lindung di Kab. Bintan
7. Rokhmin Dahuri
Calon legislatif DPR dari PDIP
Daerah Pemilihan: Jabar VIII dengan nomor urut 1
Kasus: korupsi dana nonbujeter Departemen Kelautan dan Perikanan
8. Patrice Rio Capella
Calon Legislatif DPD
Daerah Pemilihan: Bengkulu dengan nomor urut 10
Kasus: korupsi karena menerima gratifikasi penanganan perkara bantuan daerah, tunggakan DBH, dan penyertaan modal BUMD di Sumut oleh Kejaksaan.
9. Dody Rondonuwu
Calon Legislatif DPD
Daerah Pemilihan: Kalimantan Timur dengan nomor urut 7
Kasus: korupsi dana asuransi 25 orang anggota DPRD Kota Bontang periode 2000-2004 saat menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bontang.
10. Emir Moeis
Calon Legislatif DPD
Daerah Pemilihan: Kaltim dengan nomor urut 8
Kasus: korupsi berupa suap proyek PLTU di Tarahan, Lampung, 2004
11. Irman Gusman
Calon Legislatif DPD
Daerah Pemilihan: Sumbar dengan nomor urut 7
Kasus: korupsi berupa suap dalam impor gula oleh Perum Bulog
12. Cinde Laras Yulianto
Calon Legislatif DPD
Daerah Pemilihan: Yogyakarta dengan nomor urut 3
Kasus: korupsi dana purna tugas Rp 3 miliar
13. Ismeth Abdullah
Calon Legislatif nomor urut 8
Daerah Pemilihan: Kepulauan Riau
Kasua: korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran 2004 saat menjabat sebagi Ketua Otorita Batam
14. Eep Hidayat
Calon Legislatif dari Partai NasDem
Daerah Pemilihan: Jawa Barat IX
Kasus: korupsi biaya pungut Pajak Bumi dan bangunan Kab. Subang pada 2005 hingga 2008.
15. Budi Antoni Aljufri
Calon Legislatif dari Partai NasDem dengan nomor urut 9
Daerah Pemilihan: Sulawesi Selatan II
Kasus: korupsi suap penanganan sengketa Pilkada Kab. Empat Lawang.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Wacana Duet Ganjar-Anies Mencuat, Ketum Partai Ummat Soroti Titik Singgung Koalisi Partai
-
Dua Bacaleg DPR RI NasDem Dari Sumut Eks Koruptor, Ada Mantan Sekda Tapsel
-
ICW Temukan 15 Nama Mantan Koruptor Nyaleg, KPU Dinilai Menutupi
-
ICW Temukan 15 Mantan Koruptor Jadi Caleg DPR-DPD RI, Ini Nama-namanya
-
PKB Senang Hati Buka Pintu Budiman Sudjatmiko Gabung, Apalagi Kalau Mau Nyaleg
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran