Suara.com - Kasus kematian seorang pria di Aceh, Imam Masykur (25) masih menerima sorotan publik. Sebab, ia harus kehilangan nyawa usai dianiaya oleh tiga oknum TNI berinisial Praka RM, Praka J, dan Praka HS. RM sendiri merupakan anggota Paspampres.
Dalam perkara tersebut, ada cukup banyak aksi yang bisa dibilang mengerikan. Di antaranya, Imam yang menjual obat ilegal dan tindakannya ini diketahui para oknum TNI. Mereka menyamar jadi polisi, memeras, menculik, menganiaya yang akhirnya malah membunuh korban.
Korban Jual Obat Ilegal
Komandan Pomdam Jaya Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar mengungkap pekerjaan korban sebelum tewas. Ia mengatakan bahwa Imam kerap menjual obat ilegal di toko kosmetik. Dua bulan lalu ia sempat ditangkap dan sudah dibebaskan lagi.
TNI Nyamar Jadi Polisi dan Memeras Korban
Ketiga oknum TNI itu mengetahui bahwa Imam menjual obat ilegal. Mereka kemudian mengaku sebagai polisi ke warga sekitar dan memeras korban. Tepatnya agar korban tidak diproses secara hukum. Mereka pun meminta uang sebesar Rp50 juta.
Terkait uang itu, ketiganya diduga menghubungi langsung keluarga Imam. Hal ini dibenarkan oleh ibu korban, Fauziah yang menyatakan para pelaku memeras puluhan juta rupiah agar anaknya bisa bebas. Namun, ia meminta sedikit waktu.
Dikarenakan kondisi ekonomi yang sulit, Fauziah pergi ke Jakarta untuk meminta bantuan kepada saudara-saudaranya. Para pelaku juga dinyatakan mengancam akan menghabisi nyawa Imam apabila uang Rp50 juta itu tak segera diberikan.
Penculikan, Penganiayaan, dan Pembunuhan
Baca Juga: Selain Anggota Paspampres Praka RM, Ini Identitas Dua Prajurit TNI Penyiksa Pemuda Aceh
Uang tebusan yang tak kunjung datang, tiga oknum TNI itu terus menahan Imam. Mereka bahkan melakukan penganiayaan terhadap korban. Naas, akibat tindakan ini, nyawa korban tidak tertolong. Ia diduga mengalami penganiyaan berat.
Setelah tewas, jasad korban dibuang ke waduk di Purwakarta, Jawa Barat. Danpomdam Jaya Kolonel CPM Irsyad Hamdie menyebut pada Selasa (15/8/2023), mayat mengapung di Sungai Cibogo, Karawang dan ditemukan oleh warga setempat.
Panglima TNI Imbau Hukuman Mati
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memerintahkan anggotanya yang terlibat penganiayaan terhadap warga sipil asal Aceh, Imam hingga tewas, untuk dihukum berat. Hal ini disampaikan oleh Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius Widjojono.
Julius mengatakan Panglima TNI prihatin dan akan mengawal kasus tersebut. Lebih lanjut, Yudo mengimbau agar para pelaku dijatuhkan maksimal hukuman mati, minimal penjara seumur hidup. Ia juga memastikan ketiganya bakal dipecat.
Tiga Pelaku Sudah Diamankan
Berita Terkait
-
Terungkap! Kakak Ipar Oknum Paspampres Praka RM Ikut Terlibat Penculikan Imam, Ditahan di Polda Metro
-
Jejak Jahat Praka RM sampai Tewaskan Imam Masykur: Jadi Polisi Gadungan, Minta 50 Juta
-
Kekasihnya Tewas Dianiaya Oknum Paspampres, Pacar Imam: Rencanya Abang Akan Pulang Ramadhan Melamar Saya
-
Selain Anggota Paspampres Praka RM, Ini Identitas Dua Prajurit TNI Penyiksa Pemuda Aceh
-
Tak Hanya Dianiaya dan Diperas, Ponsel Imam Masykur Ternyata Turut Diambil dan Dijual Praka RM
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?