Suara.com - Polisi masih memilih-milih pasal untuk menjerat Edy Rinaldi (40), tersangka penikaman terhadap pasangan suami istri (Pasutri) Mat Yusuf dan Haryati di Jalan J, Gang Printis, RT 10/RW 10, Kebon Baru, Tebet Jakarta Selatan (Jaksel) yang terjadi pada Sabtu (26/8/2023) lalu.
Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Bintoro mengatakan, masih diperlukan pendalaman mengingat tersangka baru saja tertangkap pada Senin (28/8/2023) kemarin malam. Sebelumnya, Edy ditangkap usai menjadi buron ke wilayah Bogor, Jawa Barat (Jabar).
"Dalam proses pendalaman. Apakah Ini kasus 340 atau 338. Jadi pembunuhan tunggal atau pembunuhan yang direncanakan," kata Bintoro di Mapolres Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2023).
Namun, Bintoro mengaku pihaknya bakal menjerat Edy dengan pasal yang memiliki hukuman paling berat mengingat perbuatannya yang bengis.
Lantaran akibat perbuatan Edy, Mat Yusuf, tewas bersimbah darah usai dihujami tusukan senjata tajam oleh Edy. Sementara Haryati hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sebelumnya, polisi meringkus Edy Rinaldi (40), pelaku penusukan pasutri. Selama ini, Edy dikenal warga sebagai orang yang pendiam. Namun, ia nekat menikam pasutri itu dengan pisau yang telah dipersiapkannya.
Berdasarkan pengakuannya, Edy nekat melakukan hal tersebut lantaran sakit hati kepada Haryati.
Haryati atau yang kerab dipanggil Mak Gambreng, dikenal sebagai orang yang suka meminjamkan uang dengan bunga tinggi atau rentenir.
Haryati saat itu sempat menagih uang pinjamannya kepada Edy senilai Rp 2 juta. Namun penagihan tersebut dilakukan Haryati di depan umum dengan kata-kata yang tidak sopan.
Baca Juga: Setelah Tikam Pasutri di Tebet, Edy Buang Pisau dengan Dibungkus Bendera Merah Putih
Atas dasar itu Edy menyambangi rumah Haryati dan Mat Yusuf. Saat itu Edi berdaling menyambangi kediaman Haryati untuk membayar hutangnya.
Namun, bukannya melunasi hutang, Edy malah menikam pasangan itu. Setelahnya, Mat Yusuf tewas tertelungkup di ruang tamu rumah.
Haryati sedikit lebih beruntung lantaran mengalami luka berat akibat sabetan sabetan senjata tajam, nyawanya masih bisa tertolong.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas