"Mereka membuat kami mengira, bahwa mereka hanya menginginkan uang," kata sumber Israel yang lain.
Salah satu faktor terpenting dari taktik Hamas adalah selama dua tahun terakhir, kelompok bersenjata itu selalu menghindar untuk berkonfrontasi dengan Israel. Bahkan ketika kelompok milisi Jihad Islam, yang juga bermarkas di Gaza, melancarkan serangan, Hamas memilih untuk diam.
Taktik Hamas ini sempat membuatnya dikritik oleh para pendukungnya sendiri. Mereka menilai Hamas kini lembek, karena lebih mementingkan uang ketimbang perjuangan kemerdekaan Palestina.
Dari Tepi Barat, yang dikuasai oleh Fatah, muncul suara yang menghina Hamas. Mereka menuding para petinggi Hamas hidup foya-foya di negara-negara Arab seperti Qatar, sementara rakyat kecil hidup menderita di Gaza.
Sumber dari pihak militer Israel mengatakan pihaknya sampai percaya bahwa pemimpin Hamas, Yahya Al-Sinwar kini lebih sibuk mengurus kehidupan publik di Gaza ketimbang memerangi Yahudi.
Di saat yang sama, Israel mulai mengalihkan fokus untuk membangun hubungan diplomatik dengan negara-negara Arab, terutama Arab Saudi.
Salah satu kunci taktik Hamas adalah mencegah kebocoran informasi. Faktanya banyak pimpinan Hamas sendiri yang tak tahu soal rencana serangan umum ke Israel pada 7 Oktober kemarin.
Empat fase serangan
Saat hari yang ditentukan tiba, serangan umum Hamas dibagi dalam empat fase.
Baca Juga: RS Indonesia Dihantam Rudal Israel, Prabowo: Pemerintah Sedang Usahakan Evakuasi WNI di Jalur Gaza
Pertama adalah gempuran 3.000 roket yang ditembakan dari Gaza. Hujan roket ini dibarengi oleh pendaratan pasukan dari darat, laut dan udara. Dari udara, pasukan komando Hamas menggunakan paralayang.
Setelah pasukan paralayang mendarat, mereka bertugas mengamankan jalur yang digunakan pasukan elite Hamas yang datang untuk menghancurkan tembok perbatasan.
Para pejuang Hamas itu meruntuhkan tembok tinggi Israel menggunakan bahan peledak dan buldozer.
Pasukan komando Hamas lalu menggunakan sepeda motor dan kendaraan lain untuk menyerang markas militer Israel di selatan Gaza dan merusak sistem komunikasinya, sehingga musuh tak bisa memanggil bala bantuan.
Fase terakhir kemudian dilaksanakan, yakni membawa para tawanan - baik tentara Israel maupun warga sipil - ke Gaza.
Israel lengah
Berita Terkait
-
Tabuh Genderang Perang Israel, Hamas Dipasok Senjata Militer dari Mana?
-
Ini Cara Hamas Kalahkan Iron Dome Israel yang Terkenal Canggih
-
Video Pasukan Hamas Terjun Payung saat Serbu Israel adalah Hoaks!
-
Penyerbuan Hamas ke Israel Dirayakan di Australia, Inggris hingga Jerman: Palestina Akan Bebas
-
Israel Resmi Deklarasikan Perang Lawan Hamas! Hezbollah Lancarkan Mortir Dukung Palestina
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus