Dari penjelasan sebelumnya, dia mencatat, saat ini terjadi krisis kepercayaan terhadap media. Dia mengklaim hal itu sering mereka temui.
"Sebenarnya, dari pada rasa ketidak percayaan, mereka lebih merasa takut berhadapan dengan media. Takut isunya tidak sesuai dan takut dipojokan," tuturnya.
Di SEJUK, hal yang mereka dorong adalah bagaimana jurnalis dan komunitas bisa berkolaborasi. Tak bisa menutup mata, jurnalis sering sulit bertemu dengan narasumber.
Sistem media yang dibangun jurnalis, kadang tak dimengerti komunitas atau narasumber. Mereka belum punya kapasitas untuk belajar hal tersebut.
"SEJUK mendorong, agar teman jurnalis dan komunitas berkolaborasi bukan cuma menulis bahan berita. Tapi ikut mengamati. SEJUK juga mendorong media untuk lebih kritis. Menghormati secara hak asasi manusia, mengakomodir pemberitaan sesuai kebenaran," paparnya.
Lebih lanjut, berbicara soal isu sensitif, SEJUK percaya pemberitaan yang relevan, penting dan mampu mengadvokasi isu sensitif di masyarakat, akan meningkatkan kepercayaan tersendiri.
Dia berharap, pekerjaan jurnalis didukung untuk tak terhenti di posisi publish saja. Namun, bisa diamati bersama.
"Tidak cuma komunitas, tapi media teman-teman sendiri bisa menerima dampaknya," tutupnya.
Baca Juga: LMS 2023, Perusahaan Media Didorong Segera Go Publik di Bursa Saham
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Media Asing: Donald Trump 'Permalukan' FIFA Sebelum Piala Dunia 2026 Dimulai
Terkini
-
Siswa Disabilitas SMAN 81 Jakarta Bobol Sistem Pertahanan Militer, Kini Dilirik Intelkam Polri
-
Rumor Pergantian Menkeu Menguat Usai Chatib Basri Bertemu Prabowo, Ini Kata Dasco
-
Jaksa Bongkar Niat Jahat Nadiem Makarim: Tak Hanya Rencana, Tapi Dieksekusi Sistematis
-
Polri Akui Sulit Penuhi Kuota 2 Persen Disabilitas: Butuh 9.000 Personel
-
Instruksi Ngeri Ketua Yayasan Daycare Little Aresha: Kalau Lari-larian Diikat Saja
-
Prof. Ikrar Soroti Biaya Perjalanan Luar Negeri Prabowo: Pakai Uang Pribadi Harus Tetap Diaudit BPK
-
Prof Ikrar Soroti Dubes Tak Dilibatkan Diplomasi Luar Negeri Prabowo: yang Ikut Malah Teddy
-
545 Kepala Daerah Tersandung Korupsi, Wamendagri Singgung Bantuan Politik Tidak Jelas
-
Jaksa Minta Hakim Tolak Nota Pembelaan Nadiem Makarim
-
75 Persen Keluarga RI Pakai Daycare, Menteri PPPA: Banyak yang Tak Berizin dan Berisiko bagi Anak!