Adapun Let's Talk Palestine juga menyertakan pidato Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant yang kontroversial.
"Kita menghadapi binatang dan harus memperlakukan mereka sebagai binatang," kata Gallant.
Tahap 5: Pengorganisasian
Tahapan selanjutnya yang dipaparkan adalah mengorganisir massa untuk melakukan penyerangan.
Israel dituding mengorganisir tentara dan milisi dari masyarakat untuk melancarkan serangan ke penduduk Tepi Barat.
Tahap 6: Polarisasi
Disebutkan bahwa tahapan genosida selanjutnya adalah polarisasi atau membuat kutub yang berseberangan.
Israel dinilai kerap memuat narasi yang menggambarkan kondisi mereka harus membunuh rakyat Palestina sebelum rakyat Palestina membunuh mereka.
Tahap 7: Persiapan
Let's Talk Palestine menyebut Israel telah menyiapkan secara matang untuk membasmi rakyat Palestina.
"Israel sangat memungkinkan tengah menyiapkan pasukan berskala besar untuk menggempur Gaza sejumlah 360.000 pasukan cadangan," jelas akun itu.
Tahap 8: Persekusi
Israel juga disebut melakukan persekusi terhadap masyarakat Palestina.
"Menyita tanah, mengusir orang-orang, dan mengumpulkannya ke satu wilayah seperti Gaza," timpal akun Let's Talk Palestine.
Tahap 9: Pemusnahan
Diduga bahwa Israel telah memusnahkan 47 keluarga Palestina seluruhnya. Israel juga dinilai menghapuskan keseluruhan generasi dari beberapa keluarga Palestina.
"Israel juga terbukti menggunakan bom fosfor putih di wilayah sipil," beber Let's Talk Palestine.
Sebagai informasi, bom fosfor putih merupakan senjata kimia yang membakar kulit dan bertahan lama bahkan hingga saat fase pemulihan.
Tahap 10: Penyangkalan
Tahap 10 oleh Let's Talk Palestine disebutkan belum dilakukan oleh Israel.
Tahap 10 tersebut yakni penyangkalan, yaitu upaya untuk membuat narasi bahwa genosida tak pernah terjadi.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
Malaysia Tawarkan Stadion ke Timnas Palestina untuk Markas Lawan Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Dukung Kemerdekaan Palestina, Massa Geruduk Gedung PBB
-
Tak Harus Angkat Senjata, Ini Beberapa Cara Untuk Bantu Korban di Palestina
-
Melly Goeslaw Kumpulkan Rp70 Juta untuk Bantu Palestina: Setidaknya Jangan Nyinyir
-
Imbas Perang Hamas dan Israel, MTV EMA 2023 Resmi Batal Digelar
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra