News / Internasional
Jum'at, 20 Oktober 2023 | 17:28 WIB
Jasad korban warga Palestina akibat serangan Israel di Jalur Gaza. (Foto: AFP)

Adapun Let's Talk Palestine juga menyertakan pidato Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant yang kontroversial.

"Kita menghadapi binatang dan harus memperlakukan mereka sebagai binatang," kata Gallant.

Tahap 5: Pengorganisasian

Tahapan selanjutnya yang dipaparkan adalah mengorganisir massa untuk melakukan penyerangan.

Israel dituding mengorganisir tentara dan milisi dari masyarakat untuk melancarkan serangan ke penduduk Tepi Barat.

Tahap 6: Polarisasi

Disebutkan bahwa tahapan genosida selanjutnya adalah polarisasi atau membuat kutub yang berseberangan.

Israel dinilai kerap memuat narasi yang menggambarkan kondisi mereka harus membunuh rakyat Palestina sebelum rakyat Palestina membunuh mereka.

Tahap 7: Persiapan

Baca Juga: Malaysia Tawarkan Stadion ke Timnas Palestina untuk Markas Lawan Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Let's Talk Palestine menyebut Israel telah menyiapkan secara matang untuk membasmi rakyat Palestina.

"Israel sangat memungkinkan tengah menyiapkan pasukan berskala besar untuk menggempur Gaza sejumlah 360.000 pasukan cadangan," jelas akun itu.

Tahap 8: Persekusi

Israel juga disebut melakukan persekusi terhadap masyarakat Palestina.

"Menyita tanah, mengusir orang-orang, dan mengumpulkannya ke satu wilayah seperti Gaza," timpal akun Let's Talk Palestine.

Tahap 9: Pemusnahan

Diduga bahwa Israel telah memusnahkan 47 keluarga Palestina seluruhnya. Israel juga dinilai menghapuskan keseluruhan generasi dari beberapa keluarga Palestina.

"Israel juga terbukti menggunakan bom fosfor putih di wilayah sipil," beber Let's Talk Palestine.

Sebagai informasi, bom fosfor putih merupakan senjata kimia yang membakar kulit dan bertahan lama bahkan hingga saat fase pemulihan.

Tahap 10: Penyangkalan

Tahap 10 oleh Let's Talk Palestine disebutkan belum dilakukan oleh Israel.

Tahap 10 tersebut yakni penyangkalan, yaitu upaya untuk membuat narasi bahwa genosida tak pernah terjadi. 

Kontributor : Armand Ilham

Load More