Suara.com - Jenderal Dudung Abdurachman resmi lengser dari kedudukannya sebagai KSAD. Selama menjabat sebagai KSAD, Dudung menampakkan sepak terjang yang agresif.
Presiden Joko Widodo melantik Letjen TNI Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara pada Rabu, 17 November 2021. Sejak saat itu, ia memperlihatkan sikap politik dan aksi yang sangat tegas. Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftar sikap politik dan berbagai aksi selama Dudung jabat KSAD.
1. Menurunkan Baliho FPI
Selama menjadi Pangdam Jaya pada 2020 sampai 2021, Dudung mencopot baliho FPI (Front Pembela Islam) dan mengusulkan agar FPI dibubarkan saja. Dudung juga mengingatkan agar FPI tidak mengganggu keharmonisan masyarakat Jakarta. Tak lama setelah itu, pemerintah secara resmi membubarkan organisasi FPI.
2. Sangat menghormati Soekarno
Dudung mengutarakan keberadaan patung Bung Karno di Akmil merupakan simbol untuk anggota militer menghormati dan mengabadikan perjalanan perjuangan bersejarah Bung Praklamator.
Hal ini disampaikannya setelah peresmian Patung Bung Karno di Akmil, Magelang, 7 Februari 2020. Patung Bung Karno diletakkan di hall utama kompleks pendidikan calon perwira TNI AD dan menjadi patung Bung Karno pertama yang diletakkan di Ksatrian TNI.
3. Semua Agama Benar
Saat menjabat sebagai Pangkostrad, Duduk menyebut semua agama itu benar, sama. Pernyataan yang disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat itu seketika menjadi kontroversi.
Baca Juga: Jokowi Lantik KSAD Baru Rabu Pagi, Ini Sosoknya
Menanggapi kontroversi tersebut, Dudung berpesan, utamanya kepada anggota TNI agar bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Ia juga menekankan kepada prajurit agar menghindari sikap fanatisme terhadap suatu agama.
4. Berani Kritik Senior
Keberanian Dudung Abdurachman dalam mengkritik senior terlihat ketika ia terlibat polemik isu PKI dan pembongkaran patung diorama Soeharto. Diawali dari pernyataan eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gator Nurmantyo yang menyebut pembongkaran patut diorama Soeharto, Sarwo Edhie, dan AH Nasution di Museum Darma Bhakti Kostrad menandakan TNI disusupi oleh PKI.
Dudung mengklarifikasi dugaan tersebut dengan menyatakan penarikan diorama itu dilakukan atas permitaan eks Pangkostrad Letjen TNI (Purn) AY Nasution dengan alasan agama.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Biodata dan Profil Jenderal Dudung, KSAD yang Digantikan Letjen Agus Subiyanto
-
Nikah Siri dan Kelabui Keluarga hingga 10 Tahun, TNI Gadungan Ini Divonis 2 Tahun Penjara
-
Jenderal Agus Subiyanto Resmi Jadi KSAD Gantikan Jenderal Dudung Abdurrachman
-
Sosok Andi Amran Sulaiman, Menteri yang Nyaris Kena Reshuffle di Periode Pertama Kabinet Jokowi-JK
-
Jokowi Lantik KSAD Baru Rabu Pagi, Ini Sosoknya
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi
-
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
-
Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
-
Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
-
Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas
-
Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia