News / Nasional
Selasa, 31 Oktober 2023 | 11:04 WIB
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.(Suara.com/Ema Rohimah) - Profil Anies-Muhaimin, Visi Misi, Program dan Janji-janji Kampanye! IKN Kok Gak Masuk Agenda?

Keduanya akan menjalankan misi "8 jalan perubahan" yang mana bentuk agenda dan programnya adalah sebagai berikut. 

1. Memastikan terpenuhinya kebutuhan pokok dan biaya hidup murah melalui kemandirian pangan, ketahanan energi, dan kedaulatan air.

2. Mengetaskan kemiskinan dengan memperluas kesempatan berusaha menciptakan lapangan kerja, mewujudkan upah berkeadilan, menjamin kemajuan ekonomi berbasis kemandirian dan pemerataan, serta mendukung korporasi Indonesia berhasil di negeri sendiri dan bertumbuh di kancah global. 

3. Mewujudkan keadilan ekologis berkelanjutan untuk generasi yang akan datang

4. Membangun kota dan desa berbasis kawasan manusiawi, berkeadilan, dan saling memajukan.

5. Mewujudkan manusia Indonesia sejahtera dan bahagia sebagai akar kekuatan bangsa.

6. Mewujudkan keluarga Indonesia sejahtera dan bahagia sebagai akar kekuatan bangsa

7. Memperkuat sistem pertahanan dan keamanan negara, serta meningkatkan peran, kepemimpinan Indonesia dalam kancah politik Global untuk wujudkan kepentingan nasional dan perdamaian dunia.

8. Memulihkan kualitas demokrasi, menegakkan hukum dan HAM, berantas korupsi tanpa tebang pilih, serta menyelenggarkan pemerintahan yang berpihak pada rakyat. 

Baca Juga: Denny Indrayana: Rusaknya Independensi MK Dimulai dari Pernikahan Hakim Anwar Usman dengan Adik Jokowi

Program dan Janji-janji Anis-Muhaimin

Sejumlah program juga disusun oleh pasangan Anies-Muhaimin untuk perekonomian antara lain sebagai berikut:

1. Mengentaskan kemiskinan dengan memperbaiki bantuan sosial seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Selain itu, pasangan ini menjanjikan harga kebutuhan pokok untuk rakyat akan terjangkau. 

2. Pemerataan ekonomi dengan mewujudkan alokasi APBN, memperbaiki infrastruktur di daerah tertinggal untuk meningkatkan akses masyarakat berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi.

3. Dari segi fiskal, Anies Muhaimin berjanji mendorong efisiensi anggaran dengan memprioritaskan belanja produktif dan menekan belanja non produktif untuk menghasilkan ruang fiskal yang lebar dan pertumbuhan PDB rata-rata 5,5 persen - 6,5 persen per tahun (2025-2029).

4. Meningkatkan penerimaan negara melalui perluasan basis dan perbaikan kepatuhan pajak dari 10,4 persen di tahun 2022 menjadi 13,0 persen-16,0 persen di 2029.

5. Mengendalikan inflasi melalui koordinasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda), targetnya 2,0 persen - 3,0 persen per tahun (2025-2029).

6. Memastikan setiap kebijakan berkaitan dengan investasi akan konsisten dan melibatkan dunia usaha, masyarakat sipil, dan pemerintah daerah secara setara, saling menghormati, dan produktif untuk Indonesia. 

Namun dari berbagai program dan janji-janji kampanye Anies-Muhaimin ini tidak ada satupun yang menyebutkan tentang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Saat ditanya terkait hal ini, Cak Imin mengatakan bahwa terkait IKN akan tetap dilanjutkan.

Muhaimin mengatakan bahwa IKN sendiri bagian dari proses internal perubahan dan undang-undangnya sudah ada dan harus dilanjutkan. Ia pun menolak untuk membahas hal ini.

Cak Imin pun menegaskan bahwa UU IKN sudah berjalan dan tidak mungkin dihentikan prosesnya. Pernyataan itu dikatakan Muhaimin pada Kamis (26/10/2023) di Menteng, Jakarta.

Demikian itu yang dapat disampaikan mengenai profil Anies-Muhaimin, visi misi, program dan janji-janji kampanye.

Kontributor : Mutaya Saroh

Load More