Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjenguk mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo yang tengah terbaring sakit di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta, pada Selasa (7/11/2023).
Sahabat dekat Doni sekaligus tenaga ahli BNPB 2019-2021, Egy Massadiah menyebut, Jokowi tiba di RS Siloam sekitar pukul 07.30 WIB. Berdasar foto yang diterima Suara.com, Jokowi nampak mengenakan baju koko putih dan kopiah hitam.
"Sekitar pukul 07.30 WIB Bapak Presiden Joko Widodo berkunjung ke Rumah Sakit Siloam Semanggi untuk membesuk sekaligus mendoakan Letjen Pur DR HC Doni Monardo," kata Egy kepada wartawan, Selasa (7/11/2023).
Kehadiran Jokowi saat itu, kata Egy, disambut langsung oleh Santi Monardo, istri Doni dan keluarga.
"Presiden disambut Santi Monardo, istri Doni Monardo dan keluarga lainnya," ungkapnya.
Selain mendoakan kesembuhan Doni, Jokowi juga sempat berbincang dengan keluarga dan tim dokter yang merawat.
"Presiden nampak mendoakan mantan Kepala BNPB 2019-2021 itu. Setelah itu Presiden menyempatkan berbincang dengan keluarga bersama tim dokter yang merawat Doni. Presiden berada di rumah sakit sekitar 30-an menit," tuturnya.
Dirawat Intensif
Doni Monardo dikabarkan menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak September 2023. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Abdul mengungkap Doni dirawat di rumah sakit sejak Rabu (20/9/2023) malam.
"(Sejak) tadi malam (dirawat)," kata Abdul saat dikonfirmasi, Kamis (21/9/2023).
Akan tetapi, kala itu Abdul tidak menyebut di rumah sakit mana Doni menjalani perawatan insentif.
Sebelum Jokowi, bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo sudah lebih dulu menjenguk Doni di RS Siloam Semanggi tepatnya pada Jumat (3/11/2023).
Dari pantauan Suara.com, Ganjar melakukan hal tersebut sejak pukul 19.41 WIB. Ia menyempatkan waktunya menjenguk Doni walau hanya sebentar kurang lebih 20 menit.
Usai menjenguk, Ganjar menjelaskan, jika dirinya banyak memiliki memori bersama dengan Doni. Terlebih dalam kegiatan bersama menanggulangi bencana.
Berita Terkait
-
Momen Jokowi Sapa Prabowo Sebagai Capres: Yang Saya Hormati Calon Presiden...
-
Panas Isu Gibran 'Dikuningkan', Jokowi Bicara Golkar Berhasil Regenerasi: Yang Under 40 Mana?
-
Nyelekit, Rizal Ramli Blak-blakan Bandingkan Jokowi vs Soeharto
-
Giliran Bobby Nasution Membelot Dari PDIP Dukung Prabowo-Gibran, Gerindra: Kami Sambut
-
Tegas! PDIP ke Bobby Nasution Mantu Jokowi: Tak Bisa Main 2 Kaki
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar