Melalui program tangki septik, diharapkan masyarakat dapat merasakan sejumlah manfaat, seperti standar pelayanan minimal atas sanitasi layak, perbaikan kualitas sanitasi permukiman, dan pengurangan praktek Buang Air Besar Sembarangan (BABS). "Mencegah dan mengurangi pencemaran air tanah dan air permukaan yang diakibatkan pembuangan air limbah domestik," paparnya.
Sementara itu, pengamat tata kota Nirwono Yoga menegaskan, penyediaan layanan sanitasi bagi warga Jakarta sangat penting. "Penyediaan air bersih dan sanitasi higienis wajib disediakan pemerintah. Ini sesuai amanah Undang-undang Dasar 1945 Pasal 28H ayat 1," tuturnya.
Yoga menilai, Jakarta sebagai kota besar dan padat penduduk belum terlihat serius dalam menyediakan sanitasi higienis dan instalasi pengolahan air limbah. Oleh karena itu, ia memberikan dukungan penuh terhadap program yang dijalankan oleh Heru dan jajarannya kali ini.
"Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sangat penting bagi kesehatan masyarakat, peningkatan kualitas hidup masyarakat, mencegah stunting dan menjamin masa depan anak-anak yang sehat dan berkualitas," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Lewat JakSehat, Pemprov DKI Layani Kesehatan Berkualitas dan Terintegrasi
-
Pemprov DKI Jakarta Pastikan Tidak Ambil Alih Gedung KNPI
-
Target 100 Persen Layanan Air Bersih pada 2030, Pemprov DKI Tempuh Berbagai Upaya
-
Gerak Cepat Pemprov DKI Tangani Aduan Warga Jakarta
-
Maju Mundur Tilang Uji Emisi di DKI Jakarta, Bikin Aturan Kok Plin Plan Pak?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu
-
Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439
-
Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya