Suara.com - Modal usaha merupakan faktor penting dalam membangun atau mengembangkan sebuah usaha. Meski demikian, modal usaha menjadi hal yang biasa bagi para pelaku usaha. Sekarang ini semakin banyak lembaga keuangan yang bisa memberikan pinjaman modal usaha dengan mudah dan cepat.
Ada beberapa jenis lembaga pinjaman modal usaha yang dapat kamu pilih. Dari pinjaman usaha melalui bank, pinjaman online (pinjol) dari perusahaan financial technology (fintech), dari perusahaan itu atau perorangan.
Pinjaman modal usaha bisa juga dalam bentuk dealer financing dimana kamu bisa mengajukan pinjaman untuk membeli kendaraan untuk operasional bisnis kamu. Dengan proses yang cepat dan mudah tentu menjadi keinginan setiap orang yang mengajukan pinjaman.
Cara mendapatkan pinjaman modal usaha
Nah kembali ke pertanyaan awal, dimana bisa mendapatkan pinjaman usaha yang mudah dan cepat? Berikut adalah beberapa opsi yang dapat kamu pilih.
1. Pinjaman dari bank
Kamu juga bisa meminjam uang ke bank untuk mendapatkan modal usaha. Namun umumnya, bank hanya memberikan pinjaman kepada bisnis yang sudah berjalan, bukan startup. Jadi, kamu bisa memulai bisnis terlebih dahulu menggunakan uang kamu sendiri.
Jika sudah kehabisan uang dan kamu kesulitan terhadap pemodalan usaha kamu maka kamu bisa meminjamnya ke bank. Beberapa persyaratan pinjaman bank antara lain KTP dan KK, bukti penghasilan, fotokopi akta nikah, laporan keuangan (SKP) dan bukti tidak ada debitur atau cicilan.
Jika kamu memenuhi semua persyaratan ini, ada kemungkinan kamu akan mendapatkan uang dari bank.
Baca Juga: Ulasan Buku 'Koperasi', Upaya Membongkar Seluk Beluk Koperasi
2. Pinjaman dari koperasi
Koperasi juga bisa menjadi tempat yang tepat untuk mendapatkan pinjaman usaha. Koperasi adalah organisasi ekonomi yang dijalankan untuk kebaikan bersama. Kegiatan yang berlangsung di sana adalah layanan simpan pinjam keluarga.
Jika kamu mengajukan pinjaman dari koperasi maka kamu adalah anggota koperasi tersebut. Persyaratan pengajuan pinjaman di koperasi antara lain mengisi aplikasi pinjaman, memiliki NPWP (jika pinjaman lebih dari 50 juta), foto KTP, foto KK dan dokumen pendukung untuk jaminan pinjaman.
Dokumen pendukung tersebut dapat berupa sertifikat tanah, surat jaminan atau STNK. Jika semua syarat terpenuhi, kemungkinan besar pinjaman kamu akan disetujui dengan mudah.
3. Gadaikan Aset
Cara pertama menghasilkan modal usaha dengan cepat dengan menggunakan aset pribadi sebagai jaminan. Atau dengan kata lain menggadaikan aset. Barang pribadi dapat berbentuk apa saja, misalnya barang elektronik, emas batangan, perhiasan emas, mobil BPKB, dll.
Jika kamu berniat untuk menggadaikan properti, maka kamu harus memilih pejabat atau pegadaian yang terdaftar di OJK. Memilih pejabat atau pegadaian yang terdaftar di OJK akan mengurangi kejahatan yang dilakukan oleh oknum, seperti penipuan atau penggelapan.
4. Pinjaman online legal
Cara yang baik untuk meminjam uang bisnis dari perusahaan pinjaman online. Sebagian besar perusahaan kredit menawarkan pinjaman tanpa agunan apapun. Hal ini memungkinkan setiap pelaku ekonomi untuk memulai usahanya.
Untuk mendapatkan pinjaman dengan mudah dan cepat secara online, tetapi juga dengan keamanan yang lengkap. Untuk memastikan keamanan pinjaman online, kamu bisa mengecek daftar pinjaman online yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Buka saja situs resmi OJK untuk melihat pinjaman mana yang legal dan aman digunakan. Karena sekarang ini banyak pinjol illegal yang meresahkan masyarakat.
5. Program pinjaman pemerintah
Cara terakhir untuk mendapatkan modal usaha adalah dengan mendapatkan pinjaman pemerintah. Yang kita kenal dengan KUR. KUR atau kredit usaha rakyat yang menyediakan pembiayaan bank untuk usaha kecil menengah dan kecil atau UMKMK.
Pemerintah sebenarnya menggalakkan KUR untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Indonesia agar semakin besar dan berkelanjutan. Jadi, program KUR ini bisa kamu gunakan untuk perusahaan yang bergerak di bidang apapun, misalnya perikanan, makanan, fashion, peternakan, dll.
Persyaratan pinjaman KUR pemerintah antara lain memiliki usaha yang sudah beroperasi minimal 6 bulan, lancar kredit bank, dan persyaratan administrasi berupa (KK, KTP dan izin usaha). Jika kamu memenuhi semua persyaratan, kemungkinan besar pinjaman kamu akan disetujui dengan mudah.
Ini hanya beberapa cara untuk mendapatkan pinjaman bisnis. Diantaranya adalah lembaga perbankan, penjaminan aset, dll. Dengan mencari pinjaman modal usaha, sehingga dapat mengembangkan bisnis kamu dengan cepat.
Risiko pinjaman mudah dan cepat
Ketika kamu membutuhkan dana dalam waku singkat tentu kamu membutuhkan lembaga keuangan yang memproses pengajuan kamu dengan cepat dan syarat yang mudah. Tetapi kamu juga harus hati-hati, karena bisa jadi ada modus penipuan.
Sekarang ini kamu bisa menemukan berbagai media yang menawarkan pinjaman usaha yang mudah dan cepat. Namun, jika tidak berhati-hati, maka kamu bisa menjadi korban penipuan oleh orang yang tidak memiliki pekerjaan atau pinjaman ilegal. Jadi apa yang harus kamu lakukan?
Periksa legalitas lembaga pembiayaan
Sebelum mengajukan pinjaman, kamu harus periksa dulu izin usaha atau nama pemberi pinjaman. Misalnya untuk pinjaman, kamu bisa mengecek langsung di website Otoritas Jasa Keuangan (OJK) apakah pinjaman tersebut sudah terdaftar dan disetujui.
Untuk itu, kamu harus memilih lembaga pembiayaan yang terlah terdaftar di OJK, Jika perusahaan belum terdaftar di OJK, maka kamu jangan mengajukan pinjaman pada lembaga tersebut, untuk menghindari berbagai risiko yang mungkin timbul.
Periksa kontrak
Yang sulit jika kamu meminjam dari individu kontrak banyak tidak memiliki kontrak karena bersifat kepercayaan. Tetapi jika kamu meminjam melalui lembaga pembiayaan maka pastikan kamu mengecek kembali seperti apa kontraknya, berapa uang yang dibayarkan setiap bulan, apa yang terjadi jika terjadi wanprestasi, dll.
Perhatikan suku bunga
Sekarang, risiko lain dari pinjaman bisnis yang sederhana dan cepat adalah suku bunga pinjaman yang tinggi dan biaya investasi yang tinggi. Ya, beberapa lembaga keuangan menawarkan suku bunga pinjaman yang tinggi, karena proses aplikasi yang mudah dan cepat.
Apalagi jika tidak ada agunan. Maka wajar saja karena perusahaan akan mengharapkan risiko yang berbeda, terutama risiko tidak terbayarnya pemberi pinjaman. Jadi apa yang harus kamu lakukan? Untuk itu, pastikan kamu tahu berapa banyak kemampuan kamu dalam membayar cicilan setiap bulan.
Periksa apakah tingkat bunga tetap atau variabel, kamu berhak meminta setoran simulasi. Pastikan kamu telah mengetahui kekuatan finansial kamu.
Itulah beberapa cara atau langkah yang dapat kamu lakukan agar pengajuan pinjaman kamu dapat diproses dengan mudah dan cepat dalam pencairannya. Meski telah mengetahui caranya, kamu juga tetap harus mempertimbangkan terkait dengan suku bunga yang ditetapkan.
Jangan sampai dengan proses yang cepat dan mudah tetapi suku bunga yang tinggi membuat kamu kesulitan dalam membayar angsuran. Poin penting sebelum melakukan pinjaman, kamu harus mempertimbangkan kekuatan finansial untuk membayar angsuran sehingga tidak terjerat dengan denda dan bunga pinjaman.
Berita Terkait
-
Salesforce Sebut Mayoritas Pelaku Usaha Akui Peran AI Generatif
-
Pinjam KUR BRI Rp100 Juta, Cicilannya Rp1,9 Jutaan Per Bulan
-
Pinjam KUR BRI Rp50 Juta, Cicilannya Berapa Setiap Bulan?
-
BPK Endus Temuan Fraud Cucu Usaha Semen Indonesia, SMGR Langsung Pecat Direksi
-
Ini Biang Kerok Realisasi Penyaluran KUR 2023 Tersendat
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ribuan Orang Sudah Manfaatkan Program Hapus Tato Gratis Baznas DKI Jakarta, Ini Syaratnya!
-
Bantuan Untuk Korban Bencana Sumatra Masih Berlanjut, Total Kemensos Telah Gelontorkan Rp 2,56 T
-
Menangguk Cuan di Musim Lebaran, Cerita Pekerja Proyek 'Banting Stir' Jadi Juragan Parsel di Cikini
-
Main Hujan Berujung Pilu, Bocah di Selong Hilang Terseret Arus Drainase di Dekat Sekolah
-
Kubu Gus Yaqut Persoalkan Kerugian Keuangan Negara Belum Jelas dalam Kasus Kuota Haji
-
Tabrakan Koridor 13, DPRD DKI Tak Terima Alasan Sopir Mengantuk: Direksi Transjakarta Akan Dipanggil
-
Viral Hobi Makan Gratis hingga Tipu Ojol, Wanita di Jakbar Kini Jadi Buruan Sudinsos!
-
6 Remaja Disergap Saat Mau Tawuran, Polisi Sita Senjata Tajam!
-
Pemukim Israel Bakar dan Corat-coret Masjid di Tepi Barat Saat Ramadan
-
Pasar Parungkuda Catat Kenaikan Daging Ayam dan Cabai Jelang Puasa