Meski tak menyinggung langsung, namun tak sedikit warganet yang menilai unggahan itu sebagai bentuk sindiran untuk Sri Mulyani.
"Berarti bu Sri Mulyani sama Pak Bas bener donk mundur dari kabinet..?," tulis akun @BonnyPopeye.
"Udah benar, mending mundur daripada dukung nepotisme yg merusak demokrasi," timpal @TeguhJatmi18028.
Namun, banyak warganet yang menilai jika Sri Mulyani tak mungkin mundur sebagai menteri. Mengingat Sri Mulyani menteri berlatar-belakang seorang profesional, bukan dari partai politik.
"Jeng Sri dan Pak Bas kan profesional bukan dr partai, kalo dr partai selain nomor 2 harusnya mundur sih," tulis @SAsuhan23391.
"Nggak mungkin banget dong menteri berintegritas seperti mereka dukung dinasti politiknya presiden," tambah @RananjaPalevi.
Isu mundur itu awalnya dihembuskan oleh ekonom senior Faisal Basri.
Dalam sebuah acara diskusi, Faisal mengungkap, Sri Mulyani dibujuk mundur dari jabatannya saat ini sebagai Menteri Keuangan.
Bukan hanya Sri Mulyani, Faisal juga membujuk Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk menarik diri dari Kabinet Indonesia Maju.
Baca Juga: Maruarar Sirait Belum Kepikiran Masuk Partai Lagi Usai Cabut dari PDI Perjuangan
Ajakan mundur tersebut imbas dari adanya dukungan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terhadap capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
"Ayo sama-sama kita bujuk Bu Sri Mulyani, Pak Basuki, dan beberapa menteri lagi untuk mundur. Itu efeknya dahsyat. Secara moral, saya dengar Bu Sri Mulyani paling siap untuk mundur. Pramono Anung (sekretaris kabinet) sudah gagap. Kan PDI (PDI Perjuangan) belain Jokowi terus, pusing," klaim Faisal dalam Political Economic Outlook 2024 di Tebet, Jakarta.
"Katanya nunggu momentum, mudah-mudahan momentum ini segera insyaallah jadi pemicu yang dahsyat, seperti Pak Ginandjar (Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri Ginandjar Kartasasmita) dan 13 menteri lainnya mundur di zaman Pak Harto (Presiden Soeharto)," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar