Sehingga papar Josef, Apakah kita mau melihatnya dalam batas politik saja atau mau melihat dari maqom kenegarawanan juga.
"Apakah ini hanya janji manis kampanye? Saya kira tidak. Karena kalau ini dilakukan, Prabowo bunuh diri, Gerindra bunuh diri, Ini kan harus direalisasikan," tegasnya.
Josef mengatakan, akan lebih baik bagi Prabowo berkolaborasi dengan Jokowi sebagai pemilik dan peletak dasar gagasan lalu Prabowo tinggal melanjutkannya.
"Lalu kenapa mesti memotong network, kenapa harus bicara matahari kembar. Matahari kembar jelas tidak akan ada karena konstitusional presidensial kekuasaannya ada di tangan Presiden," ucap Josef.
Karena itu menurut Josef, melihat ini harus dari sisi kenegarawanan yang bukan bicara soal menang-kalah, bersiasat, memotong jaringan.
"Bukan soal itu. Soal kenegarawanan merealisasikan visi mereka Asta Cita yang merupakan kelanjutan Nawa Cita dan 5 Visi Jokowi," ujar dia.
Berita Terkait
-
Bila Dilantik Jadi Presiden, Ini yang Bakal Dilakukan Anies Baswedan dalam Satu Menit Pertama
-
Alumni Unas Nyatakan Sikap Soal Demokrasi Di Bawah Rezim Jokowi, Tuntut Lima Hal Ini
-
Sebut Indonesia Salah Satu Negara Terbanyak Mafia Haji, Anies: Perlu Ada Reformasi
-
Meski Populer di TikTok, Prabowo Harus Waspadai Anies Jika Lolos Putaran Kedua
-
Meraba Arah Dukungan Politik Ayu Ting Ting di Pilpres 2024: Pernah Coblos Prabowo, Terkini Lari Bareng Ganjar Pranowo
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun
-
2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz
-
Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi
-
Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita
-
Emas Sempat Melemah di Tengah Gejolak Global, Masih Cocok Jadi Investasi?
-
Korupsi Kepala Daerah Tak Melulu karena Biaya Politik, KPK Ungkap Motif Pribadi hingga THR
-
Iran: Damai Boleh, Perang Lagi Gak Masalah, AS-Israel Akan Merugi!
-
Gas Ikut Naik! Harga LPG Nonsubsidi Melonjak di Tengah Kenaikan BBM
-
Donald Trump Disulap Jadi Minion! Iran Olok-olok AS Tak Bisa Buka Selat Hormuz