Suara.com - Internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dirumorkan terpecah terkait sikap mereka soal hak angket dugaan kecurangan Pilpres 2024. Rumor ini disampaikan oleh politisi Akbar Faizal.
PKS kata Akbar, saat ini sedang terbelah di internalnya. Menurutnya, ada kubu yang ingin setia bersama Anies Baswedan mengawal agenda perubahan. Ada juga yang ingin bergabung ke pemerintahan Prabowo.
"Info dr internal PartaiPKS, sikap terbelah jadi tak terelakkan. Satu kubu ingin setia mengawal agenda Perubahan bersama @aniesbaswedan. Satu kubu lainnya merasa cukuplah 10 tahun berjauhan dengan pemerintah. Membiayai partai itu mahal dan memusingkan," ungkap Akbar seperti dikutip, Kamis (29/2).
Baca Juga:
- Sisi Tak Terungkap Prabowo Saat di Kopassus Dibongkar Mantan Gubernur Jakarta
- Alhamdulillah! Calon Menantu Susi Pudjiastuti Masuk Islam, Ikrar Syahadat Dibimbing Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir
- Bak Bumi dan Langit: Gathan Saleh Hilabi Nembak Orang Buron, Adiknya Bantu Orang Susah
PKS saat ini menjadi satu-satunya partai yang menjadi oposisi di pemerintahan Jokowi-KH Ma'ruf Amin pasca Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ketum Demokrat diangkat menjadi Menteri ATR/BPN.
Diangkatnya AHY jadi Menteri ATR/BPN membuat PKS diuji kesetiannya menjadi partai oposisi. Pun di pemerintahan hasil Pilpres 2024 mendatang, posisi PKS masih dianggap akan setia dengan jalur perubahan yang diusung paslon 01, Anies-Muhaimin.
Jika PKS di pemerintah mendatang tetap loyal pada jalur perubahan, tentu saja partai ini akan kembali menjadi partai opisisi pemerintah.
Soal jadi oposisi atau gabung ke pemerintah, Jubir PKS M.Kholid mengatakan bahwa terkait itu akan diputuskan di Musyawarah Majelis Syuro partai. Ditegaskan Kholid untuk saat ini PKS fokus pada pengawalan perhitungan suara Pemilu 2024.
Sementara itu, data real count KPU RU perhari ini tunjukkan paslon 02 Prabowo-Gibran telah mengantongi lebih dari 75 juta suara atau 58,84%.
Baca Juga: Makan Siang Gratis Masih Sebatas Program Kampanye, Legislator: Terlalu Dini Bank Dunia Berkomentar
Sementara paslon yang diusung PKS, Anies-Muhaimin di tempat kedua dengan 24,47%. Terakhir, Ganjar-Mahfud berada di posisi terakhir dengan perolehan suara 16,69%.
Sejumlah politikus PKS memiliki kecakapan untuk bisa menjadi kabinet Prabowo-Gibran yang diprediksi menang Pilpres 2024, siapa saja mereka? Berikut ulasannya
Politikus perempuan PKS Ledia Hanifa memiliki kecakapan yang membuatnya cukup layak bergabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran. Perempuan kelahiran 30 April 1969 memiliki rekam jejak untuk bisa menjadi Menteri PPA.
Ledia saat di Komisi IX sempat mengetuai dua panitia kerja rancangan undang-undang (RUU), yakni tentang jaminan produk halal dan perlindungan anak, masing-masing disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014.
Pada periode keduanya, Ledia duduk di Komisi VIII yang membidangi lingkup sosial, agama, bencana, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Tag
Berita Terkait
-
Makan Siang Gratis Masih Sebatas Program Kampanye, Legislator: Terlalu Dini Bank Dunia Berkomentar
-
Okky Madasari vs Pendukung Prabowo: Debat Sengit Soal Politik Uang di Pesantren
-
PSI Ungkap Realisasi Makan Siang Gratis Ala Prabowo-Gibran Berbeda dengan Uji Coba Menko Airlangga
-
AHY Jadi Menteri di Kabinet Jokowi, Jubir PKS: Jadi Oposisi Memang Berat
-
Pilpres 2024: Anies-Cak Imin Menang di Inggris Raya, Prabowo-Gibran Keok Posisi Paling Buncit
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter