Suara.com - Pembangunan global yang berorientasi pada pengadaan berkelanjutan, saat ini menjadi hal penting yang terus didorong implementasinya di seluruh dunia.
Salah satu butir tujuan Sustainable Development Goals (SDGs)/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) adalah pada pola produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab. Dengan target promosi Pengadaan Barang/ Jasa Publik (PBJP) yang berkelanjutan / Sustainable Public Procurement (SPP), sesuai dengan kebijakan dan prioritas nasional.
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) melaksanakan Peluncuran Piloting dan Business Matching Pengadaan Pemerintah yang Berkelanjutan pada Kamis (29/02) di Jakarta. Kegiatan ini merupakan kolaborasi yang dilakukan oleh Direktorat Pengembangan Iklim Usaha dan Kerjasama Internasional dengan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah (K/L/PD), Asosiasi dan Pelaku Usaha, serta Mitra Pembangunan.
Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan LKPP, Sarah Sadiqa dalam sambutannya mengatakan bahwa, saat ini LKPP sedang menyusun ekosistem SPP. “Tugas kita tidak berhenti di piloting ini. Kita perlu menggerakkan ini bersama-sama, karena jika hanya bergerak secara parsial, efeknya tentu tidak seperti yang kita harapkan,” jelasnya.
Sarah juga berpesan kepada Advisor Pendamping Daerah untuk memperhatikan aturan yang berlaku. Jika sekiranya membutuhkan peraturan daerah ataupun pendampingan, LKPP berkomitmen untuk mendampingi.
Muatan terkait SPP sendiri telah tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya, yaitu Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021. Pengadaan berkelanjutan dimaksudkan untuk mencapai nilai manfaat yang menguntungkan secara ekonomis bagi masyarakat serta mengurangi dampak negatif secara signifikan terhadap lingkungan. Pengadaan berkelanjutan memperhatikan aspek ekonomi, aspek sosial dan aspek lingkungan hidup.
Pada kesempatan yang sama, Perwakilan Kedutaan Besar Republik Federal Jerman dan GIZ, Sonny Syahril mengharapkan agar kegiatan ini dapat memperkuat komitmen dan hubungan Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Jerman dalam menghadapi krisis iklim. Ia juga berharap agar kolaborasi ini dapat mempercepat perumusan pedoman SPP dan menyukseskan pelaksanaan SPP di Indonesia.
Kegiatan peluncuran dilanjutkan dengan diskusi panel lintas Kementerian dengan topik diskusi terkait perkembangan produk ramah lingkungan dan bangunan hijau, serta sosialisasi penerapan Standar Kinerja Energi Minimum dan Label Tanda Hemat Energi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan dan Kementerian Perindustrian.
Adapun pelaku usaha yang turut hadir dalam Business Matching adalah pelaku usaha yang berkomitmen terhadap SPP dengan produk antara lain lampu LED, alat tulis kantor, dan material kontruksi.
Baca Juga: Pemprov DKI Olah Sampah APK Sisa Pemilu Jadi Tenaga Pengganti Batu Bara, Begini Prosesnya..
Salah satu Pemerintah Daerah yang menjadi percontohan adalah Kabupaten Dharmasraya yang telah sukses melaksanakan proyek lampu hemat energi (Adlight) dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) pada alat penerangan jalan (APJ). Sedangkan piloting Proyek Scaling Sustainable Consumption Production (SCP) yang didanai oleh Kementerian Federal Jerman untuk Lingkungan, Konservasi Alam, Keamanan Nuklir dan Produksi Konsumen (BMUV) akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Jawa Timur, Kalimatan Selatan, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.
Kolaborasi antara stakeholder terkait SPP nantinya diharapkan mampu mendorong kesiapan pelaku usaha untuk memenuhi aspek-aspek pengadaan keberlanjutan. Sehingga dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha nasional serta mendorong produk yang lebih hijau dan inovatif untuk lebih berkembang. Membuka kesempatan bagi pelaku usaha nasional untuk terlibat dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah semakin luas.
Tag
Berita Terkait
-
Program Susu Gratis Bakal Andalkan Produk Impor?
-
Gelar Diskusi 'Ruang Gagasan' CORE Indonesia Harap Pesannya Sampai ke Pemerintahan Baru
-
Langkah Mengurangi Polusi, Pemkot Jakpus Imbau Penggunaan EV
-
Masih Awal 2024, Pemerintah Sudah Ngutang Rp 107,6 Triliun
-
Tim Ahli Indikasi Geografis Tahun 2024-2028 Diharapkan Dapat Membantu Meningkatkan Permohonan Indikasi Geografis
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026
-
BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi
-
Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah
-
Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat