Suara.com - Mantan menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti belakangan disebut akan turut gabung dalam Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Hal ini dikarena sejumlah fotonya yang dipamerkan akan menjadi bagian dari kabinet pemenang Pilpres ini.
Namun pada Selasa (5/3/2024), Susi membuat cuitan di media sosial Twitter miliknya yang kemudian juga ramai dikomenteri pendukungnya. Ia mengungkapkan jika pemberitaan mengenai dirinya menolak gabung dalam Pemerintahan Pabowo ialah hoaks.
Peristiwa ini bermula saat Susi diwawancarai sejumlah wartawan pada kesempatan ditemui di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2024). Dari video yang beredar, Susi ditanya apakah sudah ada ajakan untuk bergabung dari barisan Prabowo Subianto.
Saat itu terlihat Susi menjawab karta 'enggak' sambil berlalu meninggalkan awak media. Meski kemudian jawaban tersebut dinilai sebagai jawaban soal ia tidak ingin bergabung ke barisan Prabowo.
Susi pun meluruskan dengan membuat cuitan di media sosialnya. Ia mengungkapkan jika pemberitaannya mengenai menolak ajakan berada di barisan Prabowo ialah berita bohong alias hoaks.
Dia pun menuliskan pernyataan kepada wartawan untuk sebaiknya sebelum menulis berita dengarkan kembali rekaman wawancaranya, disimak lebih baik mengenai pertanyaan dari wartawannya dan jawabanya yang diberikannya.
Cuitan Susi ini tidak serta merta juga diterima netizen. Di sejumlah tanggapan cuitan diketahui netizen malah lebih banyak bertanya bagaimana pilihan Susi jika diajak bergabung ke kabinet Prabowo Subianto nantinya.
"Jadi ibu bersedia?," tanya netizen.
Tapi ada juga netizen yang meluruskan apa yang menjadi cuitan dari Susi Pudjiastuti.
Baca Juga: Kenangan Susi Pudjiastuti kepada Solihin GP: Sosok Kakak, Ayah dan Teman Berantem
"Wartawan: ada tawaran Bu? Bu Susi: enggak Wartawan: "Susi Pudjiastuti tolak gabung kabinet" Bu Susi: hoax, kalo nulis berita yang bener
Netijen: jadi ibu mau gabung?" tulis netizen lainnya.
Tag
Berita Terkait
-
Mantan Ajudan Prabowo Bongkar Penyebab Kecelakaan Terjun Payung Karena Parasut Ditukar
-
Kenangan Susi Pudjiastuti kepada Solihin GP: Sosok Kakak, Ayah dan Teman Berantem
-
Biaya Sekolah Kalah Mahal dari Anak Artis, Prestasi Jan Ethes Justru Tak Main-Main
-
Tubuh Langsing Bak Model, Momen Selvi Ananda Borong Jajanan Puluhan Kantong Jadi Sorotan
-
KPU Rampung Hitung Suara Pilpres 2024 di LN, Prabowo-Gibran Jadi Pemenang di 66 Wilayah PPLN
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!