Suara.com - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo memastikan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) alias car free day akan tetap berlangsung seperti biasa.
Masyarakat bahkan masih tetap bisa berkegiatan seperti berolah raga di kawasan CFD.
"Untuk HBKB/CFD selama Ramadhan tetap dilaksanakan ya," ujar Syafrin kepada wartawan, Senin (11/5/2024).
Namun, tidak akan ada pengisi acara yang mengisi kegiatan di area CFD. Masyarakat diminta tetap mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku demi menjaga ketertiban.
"Namun tanpa partisipan atau tanpa pengisi acara seperti panggung, musik, pawai, tenda-tenda, dan lain-lain," pungkasnya.
Keterangan Syafrin ini membantah pernyataan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang menyebut Pemprov biasanya meniadakan kegiatan CFD selama Ramadhan.
"Biasanya nggak ada," ucap Heru di Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2024).
Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Ramadan 1445 H atau awal puasa Ramadhan 2023 jatuh pada Selasa (12/3/2024).
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, penetapan awal Ramadhan 2024 ini telah ditetapkan secara bersama dalam Sidang Isbat, Minggu (10/3/2024).
Baca Juga: Masa Tenang Pemilu 2024, Pemprov DKI Tiadakan CFD se-Jakarta saat H-3 Pencoblosan
"Kita bersepakat secara mufakat, bahwa 1 Ramadhan jatuh pada hari Selasa, 12 Maret 2024 Masehi," ujar Yaqut dalam jumpa pers di Kemenag, Jakarta Pusat, Minggu (10/3/2024).
Sidang Isbat, kata Yaqut, dihadiri Kementerian Agama, Ketua Komisi VIII DPR, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, Badan Informasi Geospasial, ahli falak, hingga sejumlah pimpinan ormas agama Islam.
Terkait adanya perbedaan penetapan awal Ramadhan, Yaqut menilai hal tersebut sebagai hal yang wajar. Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi nilai toleransi.
"Itu lumrah, namun kita harus tetap menghormati dan menjunjung tinggi nilai nilai toleransi," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji
-
Kerusuhan Meksiko Disorot, Pemerintah Diminta Lindungi WNI dan Waspadai Ancaman Narkoba ke Indonesia
-
BEM se-DIY Gelar Aksi Damai di Malioboro, 400 Personel Polisi Siaga Humanis
-
DPR Sebut Tragedi di Kawasan IMIP Alarm Nasional, Desak Evaluasi Total Tata Kelola Lingkungan
-
Desakan Tarik Brimob dari Pengamanan Sipil Menguat, Polri: Ini Ulah Individu, Bukan Struktural
-
Karier Alex Noerdin: Dari Anak Tentara Hingga Gubernur Sumsel