Suara.com - Anak Presiden Joko Widodo, Gbran Rakabuming Raka disarankan tak perlu mengicar jabatan sebagai ketua umum atau ketum partai Golkar. Hal ini akan membuat Gibran akan semakin empuk menjadi 'sasaran' tembak para lawannya.
Hal ini disarankan oleh mantan politisi PDI Perjuangan Laksamana Sukardi. Dalam podcast Total Politik yang hadir sebagai bintang tamu, Laksamana Sukardi menilai dan berpendapat jabatan sebagai ketum Golkar sebaiknya diambil langsung oleh Joko Widodo (Jokowi).
Ia mengungkapkan Jokowi memang membutuhkan partai sebagai bagian melanggengkan karir politiknya setelah tidak lagi menjabat sebagai Presiden. Ia pun mencontohkan bagaiman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih memiliki posisi politik setelah menjabat Presiden karena memiliki partai.
Baca Juga:
Profil Reni Effendi, Istri Dokter Richard Lee yang Ingin Suntik Mati Tisya Erni - Aden Wong
Bau Badan Ustaz Solmed Jadi Sorotan Saat Jadi Juri Ajang Pencarian Bakat, Ternyata Aroma Ini
"Ini analisa, bisa benar dan bisa salah. Banyak juga yang meramalkan jika hubungan antara Prabowo dan Jokowi akan pecah. Ada yang meramalkan hanya 2 tahun, dan tidak ada beliau juga yang ngomong," ucap Laksamana Sukardi.
Laksamana Sukardi pun mengungkapkan bagaimana adanya saling hubungan dan saling keterikatan antara Prabowo dan Jokowi. Dia memprediksikan jika hubungan Jokowi dan Prabowo pecah maka akan jadi konflik besar, atau malah saling menenggelamkan satu dengan lainnya.
"Tapi jika itu simbiosisnya mutualisme, mereka akan saling menutupi, akan bisa game over semua. Secara politik, Jokowi harus punya partai. Jika tidak punya partai, tidak afdol, jika sudah tidak presiden bagaimana," ucapnya.
Baca Juga: Bilang Masih Bagian Koalisi Pemerintah, PKB Yakin Lanjut Hak Angket usai Bertemu Jokowi?
Partai Golkar sendiri ialah partai yang paling mudah di 'take over', sementara partai lain memiliki bendera yang bukan nasionalisme sepenuhnya.
"Golkar ini partai terbuka, tapi lebih banyak komersil take over seperti compaany, seperti perusahaan bisa ditake over. Jokowi harus punya partai menguatkan basis kekuatan politik, salah satunya Golkar," ucapnya.
Dia mencontohkan jika menjadi pimpinan Golkar akan langsung menerima Jokowi karena akan berpengaruh pada partai Golkar terutama di daerah.
Namun ia menyarankan sebaiknya Gibran tidak menjadi ketum Partai Golkar.
"Jika Gibran yang ambil dalam situasi sosial politik sekarang, akan terlalu sensitif. Jangan ke Gibran, Gibran terus, ia sudah sering dimaki, punya paman di MK, anak haram konstitusi," ucapnya.
Ia pun menyebutkan salah satu kekurangan partai Golkar saat ini ialah tidak memiliki figur nasional yang bisa lebih baik dari Jokowi.
Tag
Berita Terkait
-
KPU Sahkan Rekapitulasi Suara Pilpres 2024 di Kuala Lumpur, Siapa yang Unggul?
-
Bilang Masih Bagian Koalisi Pemerintah, PKB Yakin Lanjut Hak Angket usai Bertemu Jokowi?
-
Jokowi Beri Ucapan Selamat untuk Cak Imin, PKB: Bukti Tak Ada Masalah dengan Presiden
-
Profil dan Rekam Jejak Bacre Waly Ndiaye, Komite HAM PBB yang Kritik Netralitas Jokowi
-
Viral Pria Rampas Poster Protes Emak-emak ke Jokowi, Paspampres: Bukan Anggota Kami!
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?