Suara.com - Serangan teroris terjadi di Rusia. Sejumlah penyerang menyerbu gedung konser Crocus City Hall, Moskow pada Jumat (22/3) waktu setempat. Serangan teroris ini menewaskan lebih dari 60 orang tewas dan 100 orang lainnya luka-luka.
Melansir dari laporan AP, kelompok teroris ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut. Pihak Amerika Serikat sebelumnya telah mengetahui informasi intelejen akan rencana serangan teroris di Rusia.
Menurut laporan intelejen Amerika Serikat itu, cabang kelompok ISIS merencakan serangan di Moskow. Laporan ini diklaim pihak Amerika Serikat telah diberikan ke pihak Rusia sebelum terjadinya serangan.
Di platform sosial media X beredar video detik-detik saat para teroris melakukan serangan brutal kepada warga sipil. Terlihat dalam video, penyerang menembak para korban dengan sadis.
Teroris masuk ke dalam gedung teater yang dipenuhi para warga sipil dan mulai menembak dengan senjata serbu. Jumlah korban pun masih simpang siur, sejumlah pihak mengatakan korban tewas bisa mencapai lebih dari 100 orang dan korban luka lebih dari 200 orang.
Akibat serangan teroris tersebut, gedung konser juga dibakar dan membuat atap runtuh. Menurut laporan media lokal setempat, ini menjadi serangan teroris paling mematikan di Rusia dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, walikota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan bahwa serangan teroris ini adalah 'tragedi besar'. Pihak Kremlin mengatakan presiden Vladimir Putin mendapat informasi serangan teroris tersebut beberapa menit setelah kejadian.
Untuk informasi, Crocus City Hall merupakan gedung konserr musik yang berlokasi di pinggiran barat kota Moskow dan mampu menampung 6200 orang.
Baca Juga: Amerika Serikat 'Panik' Ukraina Serang Fasilitas Migas Rusia
Berita Terkait
-
Amerika Serikat 'Panik' Ukraina Serang Fasilitas Migas Rusia
-
Ngadu ke DPR, Panglima TNI Sebut Kelompok Separatis Papua Mau Gagalkan Pilkada jika Calegnya Kalah
-
Ngeri! Tentara Bawa Senjata Otomatis Masuk ke TPS, Publik: Pantes Putin Menang Telak
-
Cuan dari Perang, Jerman dan Polandia Panen Pesanan Amunisi dari Perang Ukraina
-
Senasib dengan Prabowo, Kemenangan Putin di Pilpres Rusia Dianggap Tak Masuk Akal
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan