Disusul kemudian ada kendaraan lain yang juga menabrak sisi kiri bagian bus. Di mana saat itu, jalur tol arah Cikampek sedang dilakukan sistem contraflow dari arah Jakarta.
4. Kapolri Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Terkait keterkaitan antara Contraflow dengan kecelakaan tol Cikampek itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan akan melakukan kajian menyeluruh.
Namun ia menyatakan, contraflow masih tetap dibutuhkan di jalur tol Transjawa.
Menurut dia, penerapan sistem contraflow di Jalan Tol Jakarta Cikampek tersebut tetap dibutuhkan untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas masa libur Lebaran.
Pasalnya, berdasarkan data dari PT Jasa Marga diketahui kendaraan yang datang dari arah barat Jawa (Jakarta, Bogor, Tanggerang, Bekasi/Jabotabek) menuju arah timur ada sebanyak 605.689 unit atau meningkat 60-70 persen dibandingkan periode mudik Lebaran tahun 2023.
Bahkan hingga H-2 ini diperkirakan masih menyisakan 30 persen lagi dari total jumlah masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini.
“Dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi di lapangan, artinya secara manajemen ini sudah bagus, dengan membandingkan 2023 yang lalu,” kata Kapolri di RSUD Karawang, Senin (8/4/2024).
5. 2 Korban Warga Ciamis Dan Kudus
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan dua korban tewas dalam kecelakaan maut di Km 58 Jalan Tol Cikampek sudah teridentifikasi. Dua korban masing-masing warga Ciamis dan warga Kudus.
"Dari sisi identitas, sementara yang bisa diketemukan ada dua. Pertama KTP Ciamis, jenis kelamin laki-laki. Kedua dari Inafis diketemukan berdasarkan yang ada di badannya, yang masih dikenali itu berasal dari Kudus," kata Muhadjir di RSUD Karawang, Senin (8/4/2024).
6. Mobil GrandMax Diduga Travel Bodong
Mobil Gran Max bermuatan 12 orang yang terlibat kecelakaan maut di KM 58 Tol Cikampek arah Jakarta diduga travel gelap alias bodong. Dugaan ini muncul karena para penumpang belakangan diketahui berasal dari alamat yang berbeda-beda.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut pihaknya kekinian tengah mendalami informasi tersebut.
"Itu sedang kita dalami," kata Listyo di RSUD Karawang, Jawa Barat, Senin (8/4/2024).
Listyo lantas mengungkap berdasar keterangan salah satu pihak keluarga salah korban memang sempat memesan travel.
"Informasinya dari keluarga korban tadi ada yang menyampaikan bahwa memang mereka ada memesan travel untuk menjemput mereka dan sempat diinformasikan ke keluarga. Jadi, ini masih kita dalami," ujar Listyo.
7. Misteri Pemilik Mobil GrandMax
Polisi menemukan fakta mengejutkan saat menelusuri pemilik mobil GranMax bernopol B-1635-BKT.
Berdasarkan data yang tertera di STNK mobil nahas tersebut, pemiliknya diketahui bernama Yanti Setiawan Budidarma warga Jalan Duren Nomor 16 RT003/009 Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.
Namun, Setiawan justru kaget saat polisi mendatangi ke diamannya dan menyebut dirinya sebagai pemilik mobil.
Setiawan juga mengaku tidak mengenal Yanti sama sekali.
"Saya pun tidak ada punya mobil Grand Max, nggak punya. Mobil nggak punya, yang ada gerobak-gerobak es buah," ungkap Setiawan.
Tak pelak, kedatangan sejumlah polisi yang menginterogasi soal pemilik Grand Max itu membuat Setiawan kaget bukan main.
"Kaget banget. Perut saya sampai mual, kerongkongan kering, perut keram ini dan kaki gemetaran. Ya kaget ada polisi banyak-banyak. Saya bilang, nggak ada hubungan saya sama Yanti ini," katanya.
Berita Terkait
-
Kapolri Pastikan Beri Pelayanan Maksimal Keluarga Korban Kecelakaan Tol Cikampek
-
Kaget Namanya Ada di STNK Gran Max Kecelakaan Maut, Setiawan Budidarma: Kok Ada Nama Yanti?
-
Seluruh Korban Kecelakaan Maut di KM 58 Tol Japek Dapat Santunan dari Jasa Raharja
-
Pemilik Grand Max Kecelakaan Tol Cikampek Kaget Didatangi Polisi: Saya Nggak Punya Mobil, Adanya Gerobak Es
-
Misteri Gran Max Maut di Tol Jakarta-Cikampek KM 58: Pajak Telat, Nopol Diblokir, Pemilik Bingung
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK