Suara.com - Sebuah video viral di media sosial menunjukkan sekelompok ibu-ibu menggelar tikar dan makan siang di sekitar air terjun buatan tertinggi di dunia, HSBC Rain Vortex di Jewel Changi Airport, Singapura. Video yang diunggah di TikTok oleh ikooktasetiawan pada Minggu (14/4/2024) ini menarik perhatian banyak netizen.
"Susah kalo mental kampung di bawa ke manca negara, bukti bahwa uang gak bsa membeli your ethics," tulis netizen di akun Kepoin_trending.
Dalam video yang diunggah ulang, terlihat beberapa ibu-ibu duduk di atas tikar yang digelar di dekat air terjun Bandara Changi Singapura. Mereka tampak menikmati hidangan nasi kotak yang dibawa dari rumah. Salah satu ibu-ibu bahkan terlihat asyik menonton video di ponselnya.
Menurut informasi, aksi para ibu-ibu ini terjadi pada hari pertama Lebaran Idul Fitri 1445 H, tepatnya pada Minggu (14/4/2024). Aksi para ibu-ibu ini pun sontak menuai beragam komentar dari netizen. Ada yang merasa geli dan terhibur, namun ada juga yang merasa risih dan tidak tertib.
Baca juga:
Kecelakaan Mengerikan di Singapura
Perang Memanas! Singapore Airlines Hentikan Penerbangan Melintasi Wilayah Udara Iran
"Gapapa asal ga ganggu keramaian sama habis makan sampahnya ga berserakan," tulis netizen.
"Harkat dan Martabat Airport Hilang Seketika," tulis netizen lain.Untuk diketahui, Singapura termasuk negara yang ketat menerapkan aturan ketertiban dan kebersihan. Termasuk di Air Terjun Changi Singapura, atau HSBC Rain Vortex.
Air Terjun Changi Singapura adalah air terjun indoor tertinggi di dunia dengan ketinggian 40 meter. Terletak di Jewel Changi Airport, Singapura, air terjun ini merupakan salah satu daya tarik utama bandara dan menjadi ikon wisata Singapura.
Berita Terkait
-
Biaya Operasional Fantastis Jet Pribadi Harvey Moeis di Singapura, Sudah Dipakai Hampir 300 Kali
-
Berasa Lagi di Curug, Diduga Emak-emak Indonesia Asyik Makan Lesehan di Bandara Changi Singapura
-
Mudik Seru dengan Pertamina Lubricants, Lesehan Dijamu Ketupat Enduro
-
Diduga Tak Mau Antre, Selebram Indonesia Ludahi Pengunjung Lain di Konser Bruno Mars Singapura
-
Mengamuk, Monyet Gigit Lengan Seorang Pendaki di Singapura Berujung Suntik Tetanus
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP
-
Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer