Suara.com - Beredar video viral di platform media sosial X yang memperlihatkan mobil Chery Omoda E5 dalam posisi menabrak tembok sebuah toko di pusat perbelanjaan alias mal.
Pada video yang viral itu disebutkan bahwa mobil tersebut menabrak tembok mal. Disebutkan bahwa mobil yang merupakan display tersebut bisa menabrak tembok lantaran ada anak kecil yang bermain di jok pengemudi.
"Dapat dr WAG, kata nya anak kecil main2 di mobil display. Mobil nya jalan nabrak tembok. Untung gk nabrak orang," tulis narasi pada video yang dibagikan akun X @innovacommunity, Senin (22/4).
Baca juga:
Disebutkan bahwa lokasi peristiwa ini di Mal Of Indonsia alias MOI.
Di video tampak seorang anak kecil berbaju kuning dikeluarkan dari kursi pengemudi. Tampak ibu dari anak kecil tersebut terlihat panik dan mengecek kondisi tubuh sang anak.
Dari video itu terlihat bahwa kondisi anak tidak mengalami luka. Ia kemudian sempat berlari, menjauhi mobil tersebut. Video ini sontak saja membuat netizen ramai memberikan komentarnya.
Netizen banyak yang bingung mengapa mobil display bisa dalam kondisi menyala mesinnya. Peran dari si sales mobil itu pun dipertanyakan.
"SOP nya kan mobil display ga boleh ‘colok’ konci (atau) konci nya disimpan di SPV (jika mobil keyless)," tulis salah satu akun X.
Baca Juga: Viral Anak di Bawah Umur Tabrakan Mobil Listrik Chery Omoda E5 di Dalam Pusat Perbelanjaan
Baca juga:
"Koreksi ya kalo salah. Kalo show unit mobil di mall gitu bukannya mesin ga boleh nyala ya? Kalo mau nyalain dan test drive mesti ke dealernya," sambung akun lainnya.
"Anak yg berani begini kemungkinan pernah duduk atau dipangku ortunya di jok driver,"
“Maklum ya mas, namanya juga anak-anak”
Namun salah satu netizen menyebut bahwa mobil nahas tersebut termasuk jenis mobil listrik sehingga tombol start stopnya bisa praktis bisa digunakan jika kunci berada di dalam kabin.
"Ini mobil listrik, ga ketauan udah siap jalan kalo dari luar," tulis akun @bayu****
Berita Terkait
-
Viral Anak di Bawah Umur Tabrakan Mobil Listrik Chery Omoda E5 di Dalam Pusat Perbelanjaan
-
Tendang Anak Kucing Saat Hujan Deras, Karyawan Toko Ponsel Ini Akhirnya Dipecat
-
Mobil Listrik SU7 Laris, Xiaomi Malah Merugi?
-
Rumah Mewahnya Viral, Ini Koleksi Kendaraan Andika Perkasa dan Sederet Bidang Tanahnya
-
Siasat Ganti Ban Mobil: Begini Tips Hemat Saat Dana Terbatas
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Ambisi Baru Prabowo: Bangun Kota Buruh Terintegrasi, Hunian hingga Transportasi Disubsidi
-
Di Depan Peserta Aksi May Day, Prabowo Umumkan UU PPRT Disahkan: Akhiri Penantian 22 Tahun
-
Getaran Sound Horeg dan Lautan Buruh Membelah Jantung Jakarta di May Day 2026
-
Terkena PHK Sepihak? Jangan Panik! Ini Cara Klaim JKP BPJS Ketenagakerjaan agar Cair
-
Australia Panas, Ratusan Warga Ngamuk Buntut Kematian Kumanjayi Little Baby, Siapa Dia?
-
Kado May Day 2026: Prabowo Ratifikasi Konvensi ILO 188 dan Targetkan 6 Juta Nelayan Sejahtera
-
Prabowo Instruksikan RUU Ketenagakerjaan Rampung Tahun Ini: Harus Berpihak kepada Buruh!
-
Prabowo Ultimatum Aplikator Ojol: Potongan Harus di Bawah 10 Persen atau Angkat Kaki dari Indonesia
-
Prabowo Teken Perpres 27: Aplikator Cuma Boleh Potong 8 Persen, Ojol Berhak 92 Persen Pendapatan
-
Aung San Suu Kyi Pindah ke Tahanan Rumah Saat Krisis Politik Myanmar