Suara.com - Jemaah haji yang akan menjalani ibadah di Tanah Suci pada Juni ini akan mendapatkan pelayanan kesehatan dalam upaya pengendalian penyakit polio yang didukung Bill & Melinda Gates Foundation.
Dilansir dari Alarabiya, Minggu (28/4/2024), Gates Foundation menyatakan bakal membuka kantor perwakilan regional di Riyadh untuk mengoordinasikan kemitraan baru dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.
Langkah tersebut dilakukan untuk peningkatan pengawasan penyakit dan sanitasi. Selain itu juga membantu pembuatan vaksin berbiaya lebih rendah untuk peningkatan kesehatan dan keselamatan jutaan orang.
Seperti diketahui, umat Islam akan berkumpul di Mekkah untuk melakukan ibadah haji yang akan dihadiri jutaan umat dari seluruh dunia. Namun, wabah polio sendiri dikaitkan dengan ibadah haji di masa lalu, ke Kota suci Mekah dan Madinah.
Penyakit yang melumpuhkan ini, yang menyebabkan kelumpuhan hingga mengancam jiwa selama ribuan tahun, bahkan nyaris diberantas pada tahun 2022, sebelum wabah baru muncul di Afrika dan seorang pria mengalami kelumpuhan di New York pada tahun yang sama.
Namun, penurunan kasus pada tahun ini telah meningkatkan optimisme untuk menyelesaikan Inisiatif Pemberantasan Polio Global pada tahun 2026.
"Pemerintah Arab Saudi menjanjikan $ 500 juta untuk lima tahun ke depan dalam misi inisiatif tersebut yang telah berusia 36 tahun," kata Gates Foundation dalam sebuah pernyataan melalui email.
Dengan pendanaan tersebut akan menjadi komitmen finansial terhadap inisiatif yang diumumkan dalam pertemuan khusus Forum Ekonomi Dunia di Riyadh menjadi lebih dari $620 juta.
"Arab Saudi juga akan menyumbangkan $ 100 juta kepada Lives and Livelihoods Fund, inisiatif pembangunan multilateral terbesar di Timur Tengah, yang mendukung layanan kesehatan primer dan upaya untuk menghilangkan penyakit menular yang dapat dicegah," kata Gates Foundation.
Baca Juga: Haji Sehat, Ibadah Lancar: Pentingnya Vaksin Meningitis, Influenza dan Pneumonia
Bill Gates sendiri menyebut polio merupakan ancaman mengerikan yang tercatat dalam sejarah manusia.
"Polio adalah penyakit mengerikan yang patut dicatat dalam buku sejarah untuk selamanya,” kata Bill Gates.
Gates sendiri menyambut baik dengan respons positif Kerajaan Arab Saudi.
"Saya bangga melihat Kerajaan Arab Saudi, bersama dengan mitranya di Timur Tengah, mengambil tindakan untuk membantu memberikan lebih banyak vaksin polio, imunisasi campak, dan layanan kesehatan penting lainnya kepada jutaan anak setiap tahunnya."
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba