Suara.com - Vespa kesayangan milik almarhum Priya Prayoga Pratama atau Babe Cabita sedang dilelang oleh sang istri, Zulfati Indraloka atau Fati Indraloka.
Vespa Darling 50s yang dibuka dengan harga Rp 70 juta, terpantau sudah banyak yang menawar, termasuk sahabatnya Babe, Rigen Rakelna.
Tawaran tertinggi hingga berita ini dibuat datang dari pemilik akun @dr.michaellawanto. Akun tersebut menawar dengan harga Rp 140 juta.
"140 jt," tulis akun itu dilihat Rabu (1/5/2024).
Sebelumnya, Rigen menawar dengan harga Rp 100 juta. Sementara Haji Putra Rizky memberikan penawaran di atas Rigen sebesar Rp 125 juta.
Fati menjelaskan nantinya hasil lelang akan disumbangkan untuk pembangunan masjid dan pesantren di daerah Deli Serdang, Sumatera Utara.
"Dan nantinya seluruh hasil dari lelang ini akan kami sumbangkan untuk pembangunan Masjid Al-Muwwahidin yang ada di Medan dan Pembangunan pondok pesantren Al- Bayan Al- Islami yang ada di Deli serdang," tulisnya.
Lelang Vespa kesayangan milik Babe Cabita ini dibuka dengan harga Rp 70 juta. Penawaran berlaku kelipatan Rp 1 juta. Lelang akan ditutup pada 5 Mei 2024 pukul 20.00 WIB.
"Harga lelang tidak termasuk ongkos kirim. Bagi teman-teman yang ingin ikut berpartisipasi diacara lelang ini teman-teman bisa tulis penawarannya di kolom komentar postingan ini atau bisa menghubungi nomor 082267241951," ungkapnya.
"Dan jika nanti penawar tertinggi tidak bisa kami hubungi maka lelang akan diberikan kepada penawar tertinggi kedua dan begitu seterusnya. Semoga Allah Subhanallahu wa ta’ala selalu melindungi kita semua dan menjaga niatan baik kita semua, Dan semoga lelang ini bisa menjadi manfaat," katanya.
Jika melihat dari video yang diunggah, Vespa klasik tersebut masih dalam kondisi mulus dengan cat orisinil. Tak banyak yang menawarkan Vespa ini di pasaran motor bekas. Motor ini memang menjadi barang incaran para kolektor.
Spesifikasi Vespa Darling 50s dibekali mesin 2-tak, single silinder, kapasitas 49,77 cc berpendingin udara. Mesin ini dikawinkan dengan transmisi manual 3-percepatan dan sanggup tempuh 60 km/jam.
Berita Terkait
-
Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir
-
5 Rekomendasi Motor 'Support' Buat Pacaran Bareng Pasangan, Murah Meriah Sampai Irit Bensin
-
Vespa GTS Super Tech 250 Terbaru Meluncur di Indonesia Pakai Mesin HPE
-
Vespa Rilis Edisi Terbatas 80 Tahun Bawa Warna Ikonik 1946
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Safari Politik DPR untuk Revisi UU Pemilu Bergulir, Putusan MK dan Ambang Batas Disorot
-
Siap-siap! KPK akan Lelang Barang Mewah Eks Wamenaker Noel, Ada Ducati Hingga Mobil BAIC
-
DPR Usul Motor Listrik Korupsi BGN Dihibahkan ke Guru Honorer: Biar Jadi Gesture Positif
-
Temuan SPPG Fiktif MBG di Hutan hingga Pemakaman, DPR Minta Usut Tuntas
-
Dosen UGM Soroti Ketua BEM UBK Kena Suap: Cara Busuk Pertahankan Kekuasaan
-
Perlu Diinvestigasi, Polri Didesak Ungkap Aktor Intelektual di Balik Suap BEM FH UBK
-
Guyon Prabowo Usai Bilang Endasmu di Depan Petani: Nanti Gue Dihajar Lagi, Emang Gue Pikirin!
-
Siasat Licik Taufik Hidayat: Klaim Yuvita Kecelakaan, Padahal Disiksa Sadis Bertahun-tahun!
-
Immanuel Ebenezer 'Noel' Resmi Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin, Jalani Vonis 4,5 Tahun
-
Tegaskan Program Tetap Lanjut, Pemerintah Buka Suara soal Kematian Dua Calon Pengelola Kopdes