Suara.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai kerap menjadi bahan gunjingan akhir-akhir ini. Pasalnya beberapa persoalan terhadap barang bawaan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia harus ditebus dengan biaya yang tak wajar.
Mulai dari warga yang harus membayar 10 kali lipat sepatunya saat membeli barang dari luar negeri, hingga alat bantu tunanetra dari Korsel yang ditahan oleh Bea Cukai sejak 2022 lalu.
Nama Dirjen Bea Cukai, Askolani akhirnya ikut terseret. Harta kekayaan yang ia miliki sejak menjabat sebagai pimpinan tertinggi Ditjen Bea Cukai itu dikuliti netizen.
Mengutip dari LHKPN KPK, Askolani mengantongi kekayaan mencapai Rp51,87 miliar pada Desember 2022 lalu.
Baca Juga:
Putusan Pengadilan: Teuku Ryan Ogah Dimintai Tolong Ria Ricis karena Tak Mau Disamakan Kayak ART
Pernikahannya Dibilang Tak Sah oleh MUI, Rizky Febian Beri Tanggapan Menohok Ini
Dilantik menjadi Dirjen Bea Cukai ole Sri Mulyani pada 12 Maret 2021 kekayaannya tercatat senilai Rp43,26 miliar. Sehingga dalam setahun menjabat sebagai Dirjen Bea Cukai kekayaannya meningkat sebesar Rp8,6 miliar.
Hal ini juga dibahas oleh beberapa aku media sosial Instagram, @infopop.id, Selasa (7/5/2024). Tak ayal beberapa netizen juga mengomentari peningkatan kekayaan yang sangat drastis tersebut.
"Berarti pendapatan per bulan dia lebih kurang, 716 jutaan?. Gokil banget bapak Dirjen," celetuk salah satu netizen.
"Pegawai paling rendahnya aja dapat insentif Rp30 juta per tahun di luar gaji," ungkap salah satu netizen.
"Ada yang sadar kenapa makin ke sini, makin kebongkar ya kelakuan pejabat-pejabat kita?" kata netizen lainnya sedih.
"Positif thinking aja, mungkin dia enggak sengaja korupsi," sindir lainnya.
"Menyala dunia akhirat Pak Dirjen," kata lainnya.
Askolani sendiri memang memiliki harta kekayaan yang besar. Bahkan dari laporan LHKPN KPK tersebut, ia memiliki surat berharga senilai Rp19,52 miliar. Selain itu ada aset yakni tanah dan bangunan yang mencapai Rp17 miliar, yang tersebar di Bogor, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
Berita Terkait
-
Profil Blueray Cargo: Perusahaan Spesialis Impor yang Seret Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
-
Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK
-
Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara