Suara.com - Menjelang hari jadi Kabupaten Mojokerto yang ke-731, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati meresmikan 5 proyek pembangunan infrastruktur. Salah satunya yang diresmikan adalah Graha Manavaseva di Jalan RA Basuni, Sooko. Gedung ini akan menjadi mal pelayanan publik (MPP) Kabupaten Mojokerto. Terletak persis di sebelah utara kantor DPRD Kabupaten Mojokerto, gedung ini akan menjadi tempat pemerintah memberikan pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat.
"Maka karena ini adalah gedung untuk pelayanan masyarakat maka kemudian diberikan nama Graha Manavaseva, yang mana ini merupakan suatu tempat, suatu rumah untuk memberikan satu pelayanan," jelasnya.
Renovasi gedung MPP ini menghabiskan dana Rp.4.066.035.720. Dana ini bersumber dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Setelah prosesi peresmian MPP, Ikfina melanjutkannya dengan meninjau langsung pelayanannya.
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto itu pun melanjutkan rangkaian peresmian proyek. Kali ini ruas jalan Kemlagi- Beratkulon yang berada di Desa Mojopilang, Kemlagi menjadi tempat peresmian proyek kedua.
Ruas jalan Kemlagi-Beratkulon sendiri telah direhabilitasi oleh Pemkab Mojokerto demi pembangunan infrastruktur daerah yang berada di perbatasan Mojokerto - Jombang, total ruas jalan yang direhabilitasi adalah sebesar 2.950 meter kubik, sedangkan untuk anggarannya berasal dari APBD dengan jumlah Rp.2.362.992.000 yang disalurkan kepada DPUPR Kabupaten Mojokerto.
Sehabis peresmian ruas jalan Kemlagi- Beratkulon, Bupati Ikfina melanjutkan untuk meresmikan pembangunan rehabilitasi di Puskesmas Kemlagi, pembangunan rehabilitasi pada Puskesmas Kemlagi bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto, khususnya bagi warga Kemlagi. Dan untuk anggarannya diketahui menghabiskan anggaran sejumlah Rp.1.802.553.895,60.
Pada kesempatan ini, Bupati dengan latar belakang dokter itu berujar agar kedepannya ruang rawat inap juga turut direhab, alasannya agar jika ada warga Kemlagi dan sekitarnya membutuhkan rawat inap, tidak perlu sampai dirujuk ke rumah sakit.
"Nanti rawat inapnya bisa lebih diperbaiki. Supaya masyarakat lebih memilih ke puskesmas daripada ke rumah sakit. Pelayanan rawat inap yang nyaman dan memadai, dan standar pelayanan terpenuhi maka masyarakat bisa lebih memilih puskesmas daripada rumah sakit," tuturnya.
Setelah selesai meresmikan dan melakukan tinjauan di Puskesmas Kemlagi, Bupati Ikfina langsung bergegas menuju ke proyek pembangunan keempat, yaitu Gedung Penyimpanan dan Fermentasi Tembakau di Desa Sumberwuluh Kecamatan Dawarblandong.
Di lokasi keempat ini, Bupati Perempuan pertama di Mojokerto itu membeberkan, pembangunan gedung penyimpanan dan fermentasi tembakau itu dilakukan sebagai upaya untuk mensejahterakan petani tembakau di wilayah Dawarblandong, yang juga terkenal sebagai salah satu penghasil tembakau.
"Targetnya untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, nanti akan dipikirkan untuk infrastruktur irigasi, dan akan diusahakan untuk kebutuhan benih juga ketersediaan pupuk, semuanya akan dipikirkan di periode selanjutnya, intinya untuk memenuhi kebutuhan para petani," tandasnya.
Pembangunan Gedung penyimpanan dan fermentasi tembakau ini menggunakan anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT), yang terbagi menjadi dua, yaitu sebesar Rp.190.000.000 untuk pembangunan gedung penyimpanan dengan luas 32meter persegi dan sebesar Rp.150.000.000 untuk rumah fermentasi seluas 24meter persegi.
Selepasnya peresmian di Gedung penyimpanan tembakau tersebut, Ikfina pun bergeser menuju ke tempat peresmian proyek pembangunan selanjutnya, dengan didampingi oleh Asisten Sekda Kabag Administrasi Pembangunan beserta Kepala OPD dan juga Jajaran perwakilan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Bupati Ikfina langsung menuju giat peresmian RTH 'Sekumpul Mojo' yang bertempat di Desa Mojokumpul, Kemlagi.
Pada lokasi terakhir ini, Bupati Perempuan pertama di Mojokerto itu mengikuti rangkaian prosesi adat dengan dipandu oleh tokoh adat setempat, jalannya prosesi berlangsung dengan khidmat diiringi dengan antusiasme tamu undangan dan warga sekitar RTH, untuk tamu undangan yang hadir berasal dari tokoh masyarakat dan tokoh agama desa Mojokumpul beserta tenaga pendidik dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.
Berita Terkait
-
ASN Diminta Manfaatkan Teknologi untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
-
Sri Mulyani Mau Kasih Insentif Buat Daerah yang Dirikan Mal Pelayanan Publik
-
Bupati Mojokerto Raih Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2023
-
TASPEN Gandeng BUMD Tingkatkan Kualitas Layanan Publik
-
Pemkab Mojokerto Berupaya Kendalikan Inflasi, Bupati Ikfina Hadirkan Gerakan Beli Beras Premium Lokal bagi ASN
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara