Suara.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) berharap Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus selektif dalam menyetujui nama-nama panitia seleksi (pansel) calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPP).
Jokowi diminta untuk belajar pada proses pembentukan pansel 2019 yang akhirnya meloloskan Firli Bahuri sebagai pimpinan KPK.
Firli diketahui merupakan ketua KPK, namun belakangan harus mundur karena menjadi tersangka korupsi berupa pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).
"Kalau berkaca tahun 2019 yang lalu, pansel yang dibentuk oleh Pak Jokowi, satu rentan konflik kepentingan. Ada beberapa orang yang kami deteksi memiliki kedekatan khusus dengan institusi penegakan hukum," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana ditemui wartawan di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta, Minggu (19/5/2024).
"Kemudian yang kedua, pansel yang kemarin ditunjuk juga mengabaikan nilai integritas. Salah satunya Firli terbukti menjadi calon yang disodorkan Pak Jokowi ke DPR, padahal sebelumnya ada permasalahan etik," Kurnia menambahkan.
Kurnia menegaskan wajah nama-nama pansel yang terpilih akan menjadi representasi Jokowi memandang pemberantasan korupsi.
"Jadi kalau pansel-nya buruk, berarti keburukan di KPK mendatang yang benar-benar diharapkan oleh Pak Jokowi," tegas Kurnia.
ICW memberikan masukan agar pansel yang dibentuk diisi nama-nama yang memiliki integritas dan pandangan antikorupsi yang memadai.
"Benar-benar figur-figur yang independen, tidak punya afiliasi, berkompeten, berintegritas, dan bersih rekam jejak. Tidak hanya hukum, namun permasalahan etika," kata Kurnia.
Baca Juga: Minta Money Politics Legal di Pemilu, ICW Desak MKD dan PDIP Tegur Anggota DPR RI Hugua
Dia pun berharap agar Jokowi segera mengumumkan nama-namanya, mengingat pimpinan KPK periode 2019-2024 akan berakhir pada Desember mendatang.
"Kami berharap ini tidak diperlama lagi. Di satu sisi kami juga berharap tetap akomodatif," ujar Kurnia.
"Maka dari itu, kami juga berharap agar presiden dapat melibatkan atau partisipasi masyarakat. Meaningful participation itu kami harap. Tidak hanya dalam proses penjaringan pimpinan, akan tetapi dalam proses pansel," lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
BPJS Kesehatan Berkolaborasi dengan BPKP Memperkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama