Suara.com - Pada hari ketiga rangkaian kegiatan The 10th World Water Forum (WWF) 2024 atau Forum Air Dunia ke-10, Presiden Joko Widodo mengajak para delegasi mengunjungi Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Provinsi Bali, Senin (20/05/2024).
Pada momen tersebut, Presiden Jokowi mengajak para delegasi berkeliling melihat spesies mangrove. Berbeda dengan gelaran saat KTT G20 pada 2022, Jokowi dan para delegasi WWF-10 tersebut tidak menanam mangrove (bakau) secara langsung, melainkan memberikan bibit pohon kepada anak-anak. Hal ini dilakukan sebagai simbol bahwa anak-anak merupakan generasi penerus upaya konservasi lingkungan.
Para delegasi pun terlihat takjub dengan upaya konkret yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam menjaga ketahanan air. Para delegasi menilai, upaya yang telah dilakukan pemerintah Indonesia sejalan dengan tema yang diusung WWF ke-10 kali ini yakni “Air untuk Kemakmuran Bersama”.
Tahura Ngurah Rai merupakan sebuah contoh kesuksesan restorasi ekosistem mangrove yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Pasalnya, Kawasan Hutan Mangrove Tahura memiliki sejumlah manfaat. Salah satunya, menjadi paru-paru kota sekaligus upaya pelestarian habitat flora dan fauna hutan mangrove. Selain itu, akar pohon mangrove secara alami juga dapat menjadi penghalang terhadap gelombang air laut dan melindungi daerah garis pantai dan mengurangi risiko abrasi.
Selain konservasi lingkungan, pemerintah Indonesia terus memperkuat ketahanan air melalui pendekatan diplomasi dalam pelaksanaan WWF ke-10. Beberapa langkah penting yang ditempuh antara lain memperkuat kerja sama dengan negara tetangga di bidang pengelolaan sumber daya air dan lingkungan. Selain itu, diplomasi air juga perlu melibatkan multistakeholder untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketersediaan air minum bagi pembangunan berkelanjutan.
Adapun, penataan kawasan Hutan Mangrove Tahura Bali diresmikan Presiden Jokowi bersamaan dengan peresmian Bendungan Danu Kerthi Tamblang di Kabupaten Buleleng pada awal Februari 2023 lalu. Pekerjaan penataan dilaksanakan bersama-sama secara paralel oleh Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Bali, Ditjen Cipta Karya, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Nusa Penida mencakup pembenahan infrastruktur kawasan yang disinergikan dengan penyiapan fasilitas penyemaian bibit-bibit mangrove.
Dirjen Cipta Karya Diana Kusumastuti, saat mendampingi Menteri PUPR meninjau kesiapan kunjungan delegasi WWF di Tahura Ngurah Rai, Jumat (17/5/2024) menerangkan, dukungan infrastruktur Ditjen Cipta Karya di antaranya pembangunan gerbang masuk, monumen G20, area Plaza Beji, bangunan Wantilan, pembangunan Pura Melasti dan Kongco, area penyemaian sisi timur Estuary Dam, jalur tracking mangrove, area persemaian, sistem pengairan pembibitan, area penerima (lobby, ticketing, kantor penerima), viewing deck ke arah Teluk Benoa, dan menara pandang.
Tag
Berita Terkait
-
Merinding! 1.200 Seniman Bali Sukses Pukau Dunia di World Water Forum 2024
-
Selebgram Ibukota Ini Mengaku Dijambret di Bali Saat Naik Ojek
-
Bocah Pedagang Kaki Lima Ini Bingung Diprank Cewek Bule Yang Ternyata Asal Gianyar
-
Bayar Tol Nirsentuh Segera Diterapkan, Tarif Tak Berubah
-
Susuri Pantai Tanjung Pasir Tangerang, Siswa Temukan Ratusan Kilogram Limbah Plastik!
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai