Suara.com - Mantan capres nomor urut 01, Anies Baswedan ungkit kembali luka lama kerusuhan yang terjadi di Jakarta hasil Pilpres 2019. Hal itu diungkap Anies saat menjadi bintang tamu di kanal Youtube Denny Sumargo.
Anies awalnya mengatakan bahwa pasca penetapan hasil Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi ambang batas baginya terkait kontestasi politik, Pilpres 2024. Anies tak ingin kondisi yang terjadi di Jakarta pasca Pilpres 2019 kembali terulang.
"5 tahun lalu saya Gubernur Jakarta. 5 tahun lalu itu ada Pilpres. Lalu hasil Pilpres itu ditolak, diprotes, dengan menggerakkan, dan apa yang terjadi. Apa yang terjadi? di lapangan, ratusan orang korban," ujar Anies Baswedan.
Anies Baswedan bercerita bahwa saat itu, ia datang langsung ke rumah sakit-rumah sakit untuk melihat kondisi langsung korban. Ia bahkan mengatakan melihat langsung selongsong peluru dari tubuh korban.
"Ini kalau piring metal, tuh peluru itu. Saya datang langsung ke rumah sakit. Ada (peluru). Baru diambil dari perut (korban)," tegas Anies.
Anies juga mengaku bahwa ia mendatangi ke salah satu kawasan di Glodok, warga di tempat itu menjadi korban.
Anies mengatakan bahwa kondisi di tempat itu sudah ramai massa yang marah. Menurutnya, hal itu tinggal dimantik bakal terjadi kerusuhan yang lebih luas.
"Marah semua orang, karena anak salah satu pengemudi ojek itu meninggal. Itu tinggal digerakkan aja bisa jadi keramaian dan kerusuhan tuh," ungkap eks Gubernur DKI Jakarta itu.
Anies kembali menceritakan bahwa saat itu, ia beusaha menenangkan massa yang marah. Ia meminta warga untuk berhenti meluapkan kemarahan mereka karena sudah banyak korban.
Baca Juga: Mempertanyakan Keinginan Ketua MPR soal Rekonsiliasi Tiga Capres, JK: Ngapain, Sudah Cukup...
Eks rektor Paramadina itu juga mengatakan bahwa kondisi di sana cukup mencekam hingga tak ada satu pun petugas yang hadir. Ia datang ke sana untuk menunjukkan bahwa negara hadir. Anies juga mengaku bahwa ia turut menandu jenazah korban kerusuhan pasca Pilpres 2019.
Dari rentetan peristiwa pasca Pilpres 2019 itu yang pada akhirnya membuat Anies memiliki ambang batas saat dirinya berkontestasi di Pilpres 2024. Ia tak bisa membayangkan hal sama kembali terjadi pasca penetapan Pilpres 2024.
"Jangan korbankan rakyat, jangan korbankan rakyat. Kita terima tapi tolong jangan diulang. Yuk kita perbaiki. Itulah ambang batas bagi yang tidak dimenangkan," jelas Anies.
Anies tegaskan mengapa ia pada akhirnya mau datang di penetapan hasil Pilpres 2024 oleh KPU RI. Anies menjadi capres pertama yang datang di penetapan hasil Pilpres meski kalah.
"Selama ini yang datang hanya yang menang. Yang tidak menang, tidak datang," kata Anies. Anies tegaskan ia datang karena menghormati prinsip Demokrasi.
Berita Terkait
-
Mempertanyakan Keinginan Ketua MPR soal Rekonsiliasi Tiga Capres, JK: Ngapain, Sudah Cukup...
-
PAN Tertarik Usung Anies Di Pilkada DKI? Zulhas Bilang Begini
-
Beda Respons Ahok dan Anies Saat Dipasangkan di Pilkada Jakarta: Ngegas Vs Ngeles?
-
Dasco: Kemenangan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 Sudah Disiapkan 3,5 Tahun Lalu
-
Pak Anies PSI Nanya: Kok Bisa 36 Unit Transjakarta Hilang, Siapa yang Tanggung Jawab?
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek
-
Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo
-
Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji