Suara.com - Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mencurigai program makan bergizi gratis akan membebani anggaran pendidikan 20 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2025. Anggaran pendidikan di APBN sebesar 20 persen merupakan mandatory spending.
Pernyataan Huda itu berkaca soal adanya anggaran pendidikan pada tahun pertama kepemimpinan pemerintah Prabowo-Gibran diproyeksikan mencapai Rp708,2 triliun - Rp741,7 triliun. Sementara pagu anggaran Kemendikbudristek sendiri tak ada kenaikan.
"Saya curiga, saya pada posisi curiga dan ini perlu masih perlu pembuktian bisa jadi kemungkinan anggaran itu diambil dari situ," kata Huda kepada wartawan, Rabu (29/5/2024).
"Nah kalau ini terjadi semakin akan membebani anggaran pendidikan 20 persen yang tidak sepenuhnya untuk pembiayaan pendidikan," sambungnya.
Meski demikian, ia lagi-lagi menegaskan pernyataannya tersebut baru sebatas dugaan awal saja. Menurutnya, semua harus perlu dibuktikan.
"Belum ini baru asumsi dasar saya perlu ditelusuri lebih jauh, tapi poinnya kami pada posisi tidak setuju pada makan dan minum susu gratis itu diambil dari mandatori spending 20 persen karena sekali lagi ini akan menjadi beban baru malahan," ungkapnya.
Di sisi lain, ia mengatakan pihaknya masih akan memperjuangkan anggaran mandatory spending pendidikan 20 persen itu untuk benar-benar dialokasikan untuk fungsi pendidikan bukan untuk yang lain.
"Ya sejak lama dari tahun ke tahun komisi X kan terus mendorong kenaikan pagu anggaran pendidikan, setiap tahun pasti ada pembahasan RAPBN yang sesuai dengan idealitas kebutuhan pembiayaan untuk fungsi pendidikan. Nah, dari tahun ke tahun itu pula rekomendasi komisi X untuk menaikkan anggaran pendidikan ini mengalami jalan buntu begitu," katanya.
Terakhir, ia berharap pernyataan Prabowo menyangkut soal komitmen pendidikan tinggi harus murah atau bahkan gratis harus benar-benar direpresentasikan.
"Saya kira harus terepresentasikan dari perubahan alokasi anggaran untuk pendidikan di rapbn 2025 dan itu harus dikawal serius oleh pihak kemendikbud. Supaya komitmen dari presiden terpilih bisa terealisasi disaat beliau memimpin nanti pada bulan Oktober," pungkasnya.
Rencana Pemerintah
Sebelumnya pemerintah berencana meningkatkan alokasi anggaran pendidikan dalam APBN 2024.
Menteri Keuangan Sri Mulyani, mengatakan, anggaran pendidikan pada tahun pertama kepemimpinan Prabowo direncanakan mencapai Rp708,2 triliun - Rp741,7 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari alokasi anggaran pendidikan di APBN 2024 sebesar Rp665 triliun.
Salah satu program unggulan baru dari sektor pendidikan itu ialah peningkatan gizi anak sekolah. Kendati Sri Mulyani tak menjelaskan rinci, mengenai hal itu selaras dengan program Prabowo yakni program makan bergizi gratis.
Berita Terkait
-
Ironi Beda Sikap Jokowi dan Prabowo Soal Kenaikan UKT: Yakin Bakal Gratis?
-
Deddy Corbuzier Turut Soroti RUU Penyiaran: Ente-ente Meeting Aja Tidur
-
Bertemu Ketua Parlemen RRT, Puan Harap Kerja Sama Indonesia-Tiongkok Semakin Meluas
-
Pertemuan Puan dengan Badan Penasihat Politik Tiongkok Tegaskan Peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
Terkini
-
Siswa SD Akhiri Hidup: Menko PM Minta Pejabat Peka, Masyarakat Lapor Bila Sulit Ekonomi
-
Lama Sekolah di Luar Negeri, Stella Christie Belajar Membaca Perbedaan Sistem Pendidikan Global
-
Ketua Komisi VII DPR Sentil Menpar Gara-Gara Jawaban Rapat Disampaikan Via Medsos
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
Ralat Pernyataan, Kodam IV/Diponegoro Minta Maaf dan Akui Pria yang Foto dengan Anies Anggota Intel
-
Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Herman: Demokrat Masih Fokus Sukseskan Program Presiden
-
Kuasa Hukum Sibuk, Habib Bahar Batal Diperiksa Kasus Penganiayaan Anggota Banser
-
PKB Mau Prabowo Dua Periode tapi Dukungan untuk Kursi Wapres Masih Rahasia
-
Jawab Kritik DPR, Menpar Widiyanti Jelaskan Soal Ratusan Penghargaan Pariwisata
-
Lempar Bom ke Sekolah, Siswa SMP di Kubu Raya Ternyata Terpapar TCC dan Jadi Korban Perundungan