Suara.com - Surat Dewan Majelis PPP yang berisi desakan untuk segera menggelar Muktamar tahun ini hanya dianggap sebagai masukan untuk pimpinan partai. Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi.
"Surat tersebut dikirimkan ke Plt ketua umum dan menjadi bahan masukan," kata Awiek saat dihubungi Suara.com, Rabu (19/6/2024).
Menurutnya, dalam rapat-rapat DPP partai hingga Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke IX partai adanya surat tersebut tak jadi pembahasan.
Ia menegaskan, jika mayoritas Dewan Pengurus Wilayah juga sudah merekomendasikan agar partai menggelar Muktamar 2025.
"Dan mayoritas DPW merekomendasikan dalam rapimnas Muktamar tahun 2025. Rekomendasi Rapimnas ini akan dibawa ke Mukernas sebagai forum yang berwenang menjadwalkan Muktamar," katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, adanya surat dari Dewan Majelis partai bukan menjadi sebuah kewajiban untuk dilakukan.
"Sebagai sebuah saran, surat majelis tersebut bukan sebuah kewajiban," pungkasnya.
Desakan Gelar Muktamar PPP
Sebelumnya, Dewan Majelis PPP mendesak agar pimpinan partai berlambang Kakbah itu segera menggelar muktamar pada tahun ini. Ini karena partai yang dipimpin Mardiono gagal meloloskan PPP ke DPR RI.
Baca Juga: Desak Gelar Muktamar Usai PPP Gagal ke DPR, Ini Isi Surat Dewan Majelis untuk Mardiono
Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Romahurmuziy mengatakan bahwa surat tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Majelis Kehormatan PPP Zarkasih Nur dan Mustofa Aqil Siroj ke DPP yang dipimpin Plt Ketua Umum Mardiono.
"Betul, disampaikan langsung oleh dua Ketua Majelis kepada Plt. Ketum, yaitu kiai Zarkasih Nur (TuaLis Kehormatan) dan kiai Mustofa Aqil (TuaLis Syariah)," ujar Romahurmuziy saat dihubungi, Selasa (18/6/2024).
Kendati demikian, politikus yang akrab disapa Romy ini tak ikut menemui Mardiono, karena saat ini memiliki agenda pribadi di luar negeri.
Diketahui, surat yang tertanggal sejak 1 Mei 2024 itu dibubuhkan empat tanda tangan petinggi dewan majelis, yakni Ketua Majelis Kehormatan Zarkasih Nur, Ketua Majelis Pakar Prijono Tjiptohrijanto, Ketua Majelis Syariah Mustofa Aqil Siroj, dan Ketua Majelis Pertimbangan M Romahurmuziy atau Romy.
Surat itu berisi sejumlah sikap dewan majelis. Mereka meminta Muktamar digelar pada akhir tahun ini.
"Bahwa, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh atas penurunan perolehan suara PPP secara nasional. Mengingat: (1) suara PPP di Tingkat nasional (DPR Rl) pada Pemilu 2024 jauh lebih rendah ketimbang perolehan suara PPP di Tingkat daerah (DPRD Provinsi dan Kabupaten Kota); (2) nomenklatur 'Pelaksana Tugas' Ketua umum PPP menyiratkan bahwa jabatan tersebut tidak permanen dan tidak dijabat secara normal sesuai periode," bunyi poin tersebut.
"Forum yang tepat untuk melakukan evaluasi adalah Muktamar. Karenanya, kami meminta agar Muktamar digelar pada tahun 2024, selambat- lambatnya 3 (tiga) bulan setelah surat ini diterima."
Selain itu, dewan majelis juga meminta DPP segera menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) untuk menentukan sikap terhadap pemerintah mendatang.
Berita Terkait
-
Desak Gelar Muktamar Usai PPP Gagal ke DPR, Ini Isi Surat Dewan Majelis untuk Mardiono
-
Sekretaris Majelis Pakar DPP PPP Sebut Hasil Rapimnas IX Menepis Isu Muktamar Dipercepat
-
Soal Demo Lengserkan Mardiono dari PPP, Sandiaga: Ini Demokrasi Ya, tapi...
-
PPP Gagal Lolos Senayan, Sandiaga: Perlu Evaluasi Di Setiap Level, Termasuk Pimpinan
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis