Suara.com - Sebuah video sebuah hajatan pernikahan di salah satu jalan umum viral di media sosial. Bukan tanpa alasan, panggung hajatan yang didirikan sudah kelewat batas, pasalnya tidak ada celah sedikit untuk kendaraan warga melintas.
Hal itu tentu menimbulkan emosi para warga. Tak sedikit yang mengajukan protes untuk membuka jalan.
Melansir @memomedsos, Minggu (7/7/2024), kejadian tersebut terjadi di sebuah jalan Pelabuhan Rakyat, Kecamatan Pontianak Barat. Warga mendatangi si empunya acara untuk berkoordinasi dengan kegiatan pernikahan yang mereka gelar.
"Warga protes karena jalan Pelabuhan Rakyat (TPS) Kec. Pontianak Barat ditutup gegera ada acara nikahan," tulis caption video.
Tampak ada motor warga yang awalanya bersusah payah menerobos lokasi untuk bisa melintas. Selanjutnya, sejumlah warga tampak bertemu dengan keluarga yang memiliki acara.
Tak dijelaskan memang akhir dari aksi protes warga tersebut. Kendati begitu video tersebut sudah terlanjur viral dan menjadi bulan-bulanan netizen di media sosial.
"Jalan segede gitu masa enggak dikasih jalan buat lewat mobil atau motor. Kalau emang enggak dikasih mah, kebangetan," celetuk salah satu netizen.
"Buset kadang jalan ditutup setengah bakal nikahan gitu aja bikin orang ngedumel. Lah ini ditutup full," sindir lainnya.
"Kalau enggak pintar, minimal punya tenggang rasa. Jalan besar gitu masa ditutup," kritik lainnya.
Baca Juga: Bocorkan Pernikahan Thariq Halilintar, Sosok Ini Umumkan Daftar Bridesmaid Aaliyah Massaid
"Ya salahin RT/RW atau pengelola wilayah yang ngasih izin sih," kata lainnya.
"Orang-orang yangg begini nyusahin aja," kecam lainnya.
Peristiwa acara hajatan yang menyelenggarakan di jalan raya, memang kerap menjadi opsi masayarakat di Indonesia yang tinggal berdekatan dengan jalan raya. Tak sedikit penyelenggara mendapat kecaman dari publik karena mengambil hak pengendara lain.
Tentu hal ini berkaitan erat dengan pemangku wilayah ketika memberikan izin. Namun ada juga kesalahan dari pihak penyelenggara yang terlalu rakus mengambil luas jalan yang justru mengganggu kenyamanan orang lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar