Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
IV MMI
Pada siang hari dapat dirasakan banyak orang di dalam hingga di luar rumah. Gerabah pecah, mengakibatkan jendela dan pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang.
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.
Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Baca Juga: Sejarah Tradisi Tedak Siten yang Biasa Dilakukan Masyarakat di Jawa
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.
Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur.
Getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.
Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Sementara itu, gempa yang menimpa di kawasan Kepulauan Sangihe terkini dikabarkan terjadi di kedalaman 632 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
"Info Gempa Mag:7.0, 11-Jul-24 09:13:17 WIB, Lok:6.14 LU,123.28 BT (373 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT), Kedlmn:632 Km," tulis BMKG.
Kepulauan Sangihe diketahui bukan kali ini saja diguncang gempa.
Kepulauan yang terletak di antara Pulau Sulawesi dan Pulau Mindanao, Filipina tersebut nyaris tiap tahun mengalami gempa.
Gempa 2018
Pada Selasa November 2018, Kepulauan Sangihe diguncang gempa magnitudo 5,3 pada pukul 09.09 WIB.
Berdasar keterangan Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Edward, gempa tersebut berpusat di laut 21 km Barat Daya Kepulauan Sangihe pada kedalaman 10 km.
Gempa 2019
Pada Sabtu 5 Januari 2019, Kepulauan Sangihe diguncang gempa tektonik.
Berdasar analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa tersebut berkekuatan magnitudo 5,7.
Gempa yang terjadi pukul 08.04 WIB tersebut terjadi di laut berjarak 65 km arah Barat Laut kota Melonguane di kedalaman 120 km.
Gempa 2021
Pada Senin 11 Juli 2021, gempa mengguncang Kepulauan Sangihe dengan kekuatan magnitudo 5,4.
Gempa itu terjadi di 340 km barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pukul 01.45 WIB di kedalaman 10 km.
Gempa 2023
Kawasan Kepulauan Sangihe kembali diguncang gempa pada Kamis Oktober 2023.
Gempa berkeluatan magnitudo 4,9 tersebut terjadi pukul 10.48 WIB.
Berdasar informasi yang dibagikan BMKG, titik lokasi gempa terjadi pada jarak 81 km arah Timur Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara di kedalaman 70 km.
Gempa 2024
Terbaru, Kepulauan Sangihe diguncang gempa berkekuatan besar yakni magnitudo 7,0.
Titik gempa berada di laut 373 km Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe dengan kedalaman 632 km pada koordinat 6.14 LU-123.28 BT.
Gempa tersebut menjadi yang terbesar sejak lima tahun terakhir yang menimpa kawasan Kepulauan Sangihe.
Berita Terkait
-
BMKG: Gempa M 7,0 Di Sangihe Sulut Tak Berpotensi Tsunami
-
BREAKING NEWS! Gempa Besar M 7,0 Guncang Kepulauan Sangihe Sulut
-
Usia Berapa Bayi Jalani Tedak Siten? Ini Penjelasan dan Rangkaian Upacara Lengkapnya
-
Sejarah Tradisi Tedak Siten yang Biasa Dilakukan Masyarakat di Jawa
-
Aurel-Atta Lestarikan Tradisi Jawa, Ini Makna Dan Tata Cara Tedak Siten Anak
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat