Suara.com - Saksi yang berada dekat Donald Trump saat dia tampaknya menjadi sasaran tembakan telah berbicara tentang apa yang mereka lihat terjadi.
Saat Mr. Trump sedang berbicara tentang migrasi, tembakan mulai terdengar sekitar pukul 6.10 sore waktu setempat pada hari Sabtu. Mr. Trump mengangkat tangan ke telinga kanannya sebelum dengan cepat jongkok ke tanah dan teriakan terdengar dari kerumunan di belakangnya.
Seorang wanita bernama Erin memberitahu NBC News bahwa dia berdiri di barisan depan dan melihat "darah segar" keluar dari telinga mantan presiden.
Seorang pria bernama Joseph mengatakan bahwa dia menghitung tujuh tembakan dan melihat seorang pria di antara penonton terkena tembakan.
Joseph, yang merupakan seorang dokter dan berada di baris ketiga, mengatakan bahwa pria yang terkena tembakan berada di tribun dan tampaknya terkena tembakan di kepala dari belakang.
"Ia tewas seketika menurut penilaian saya. Pada saat itu, polisi negara dan tim SWAT mulai evakuasi tribun dan saya membantu membawa pria tersebut keluar ke tenda."
Joseph mengatakan bahwa seorang wanita juga terkena tembakan. "Dia menghindar dan kemudian terlihat seperti dia terkena tembakan di lengan dan tangan," katanya.
Dokter tersebut menceritakan bagaimana pria yang meninggal tersebut berdiri bersama anggota keluarganya. "Mereka dalam keadaan terkejut - mereka tidak tahu apa yang terjadi tetapi pria itu pasti tewas secara seketika," kata Joseph.
Saksi wanita bernama Erin memberitahu NBC News: "Senjata itu diarahkan untuk memulai. Jelas. Jelas ke kanan, jelas ke kiri. Mereka berkata, 'angkat dia'. Jadi mereka mengangkatnya. Trump berkata, saya harus mengenakan sepatu saya terlebih dahulu. Sepertinya sepatunya terlepas. Kami tidak bisa melihat di bawah itu tetapi sepertinya sepatunya terlepas ketika mereka menjatuhkannya ke tanah. Kami semua bisa mendengarnya."
"Dan ketika dia berdiri, saya melihat setetes darah merah - darah segar merah. Sekadar air mata kecil. Kemudian, saat mereka mengangkatnya dan membalikkan dia, saya bisa melihat darah dari bagian atas telinga hingga bagian bawah. Itu tidak mengucur tetapi tertutup. Dan kemudian dia mengangkat tangan yang mengepal, 'tetap kuat', dan mereka membawanya pergi," jelasnya.
"Saya pikir itu kembang api," ujarnya. "Pop pop pop. Itulah yang terdengar."
Erin melanjutkan: "Telinganya mungkin tergores dan itu menyebabkan kematian seseorang di tribun kiri."
Dia mengatakan: "Sepertinya dia mungkin terkena peluru dan dia memutar kepalanya tepat pada waktunya."
Mengenai keselamatannya sendiri, Erin mengatakan: "Saya sama sekali tidak takut... Tidak ada dari kami di baris depan itu terjatuh ke tanah. Tidak satupun. Kami hanya ingin membantu presiden. Itu saja yang kami ingin lakukan."
Dan tentang perasaannya terkait insiden tersebut, Erin mengatakan: "Ini sangat menyedihkan. Semua orang yang datang untuk melihatnya dan mereka melukainya."
Berita Terkait
-
Fakta Thomas Matthew Crooks, Sosok Penembak Donald Trump Diduga Republikan
-
BREAKING NEWS: FBI Ungkap Nama Pelaku Penembakan Donald Trump
-
Warga AS Histeris saat Donald Trump Ditembak, Detik-detik Sniper Secret Service Tembak Mati Pelakunya
-
Terungkap! FBI Identifikasi Pelaku Penembakan Donald Trump di Kampanye
-
Dukung Donald Trump Jadi Presiden Hingga Soroti Aksi Penembakan, Elon Musk: Saya Berharap Dia Segera Pulih
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pramono Anung Resmi Terapkan WFA ASN Usai Lebaran, Presensi Daring Wajib Tanpa Bolos
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Israel Pagi Ini, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem
-
Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim
-
Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat
-
Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa