Suara.com - DPR telah mengetuk palu membentuk Pansus Haji yang akan dimulai dalam kurun waktu dua bulan masa persidangan. Pansus haji sendiri setidaknya akan membahas sejumlah hal salah satunya yang paling mencolok mengenai kepadatan di Mina.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Dirjen PHU Kemenag) Hilman Latief menjelaskan bahwa kepadatan di Mina saat ibadah haji menjadi kasus yang menjadi perhatian oleh pihaknya.
Hilman mengemukakan bahwa kepadatan di Mina sudah terjadi sejak lama. Tak hanya itu, Hilman mengatakan, kondisi tempat tidur bagi jemaah yang sangat rapat terjadi karena adanya kuota tambahan haji bagi Indonesia.
"Kalau kepadatannya gimana? Padatnya sudah dari sono-nya padat, pak. InsyaAllah tidak akan tidak padat, siapapun yang mau isi, mau jemaah Indonesia, mau jemaah dari manapun di situ pasti padat orang," katanya dalam agenda 'Coffee Morning Sukses Haji 2024 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (15/7/2024).
Ia kemudian mengemukakan sejumlah kabar yang beredar di media sosial dan masyarakat mengenai jemaah haji yang tidur berjajar dalam tenda yang berada di Mina.
"Tidurnya katanya berjajar kayak ikan, dari zaman nabi juga seperti itu. Memang jaraknya rapat, ukurannya hanya 82 centimeter," katanya.
Ukuran tempat istirahat itu, diakuinya berkurang hingga 3 centimeter lantaran adanya penambahan kuota 10.000 jemaah haji.
"Nah ini yang kemudian kita simulasikan bagaimana agar nanti ke depan kepadatan itu lebih besar diatasi. Kalau padatnya tidak bisa pak, pasti padat, kecuali masalah kuota berkurang, space-nya ditambah, tapi itu juga tidak mungkin karena haji ini kita bersama-sama dengan seluruh dunia, dengan seluruh jemaah negara-negara lain," katanya.
Diakuinya, kepadatan di Mina menjadi salah satu tantangan bagi Kemenag dalam musim haji tahun ini.
"Memang di Mina itu lah yang menjadi paling challenging, paling menantang, kepadatannya, kemudian juga luasannya. Nah luasan Mina ini segitu-gitunya. Dulu pernah diperluas, sampai sekarang juga pernah diperluas," katanya.
Ia mengatakan Kerajaan Arab Saudi membagi kawasan Mina menjadi 5 zona bagi jemaah haji. Zona I dan II diperuntukkan bagi jemaah khusus yang dikenakan biaya lebih besar.
"Apa reguler bisa di situ? Reguler dan khusus itu hanya masalah layanan ya, layanan, ya bisa, tapi bayarnya mesti jadi mahal sekali, kan gitu."
"Jadi di situlah Alhamdulillah proses lempar jumrah jemaah cukup lancar, bisa diatur karena Indonesia dikenal dengan jemaah haji yang paling mudah untuk diatur, proses jumrah lancar," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal
-
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang
-
Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus
-
Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza
-
Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina
-
Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan
-
Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya
-
Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah
-
Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok
-
Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Seminggu untuk Tekan Konsumsi BBM, Berlaku Pasca Lebaran?