Suara.com - Perjamuan hantu yang diadakan di pemakaman dekat Rayong, Thailand pada tanggal 20 Juli, menjadi viral setelah 'sosok bayangan' menakuti pengunjung setempat.
Petugas penyelamat Siam Rayong mengadakan perjamuan di pemakaman Kuil Chag Phak Kud, yang terletak di Nikom Phatthana, Provinsi Rayong.
Pemakaman adalah tempat peristirahatan terakhir bagi 'jiwa yang diklaim dan tidak diklaim', termasuk bayi yang meninggal. Perjamuan tersebut merupakan bagian dari perayaan Hari Asalha Puja, yang dimaksudkan untuk menghormati roh-roh tak dikenal yang bersemayam di kuburan.
Menurut Sanook, pesta tersebut mencakup hidangan gurih dan manis, termasuk ikan bass kukus dengan jeruk nipis, kari hijau dengan mie, seafood tom yum, dan campuran manisan Thailand, serta buah-buahan seperti lengkeng, rambutan, dan semangka.
Meskipun tidak ada orang yang hadir secara fisik, banyak penduduk setempat dilaporkan mengambil gambar sosok bayangan yang menyerupai orang yang sedang duduk di meja.
Pemutaran film, Journey to the West, juga diselenggarakan untuk dinikmati para arwah di malam hari.
Sementara itu, gambar dari pemutaran film terpisah di pemakaman Tiongkok di provinsi Nakhon Ratchasima menjadi viral di media sosial Tiongkok. Pemutaran film tersebut, yang berlangsung antara tanggal 2 hingga 6 Juni dari jam 7 malam hingga tengah malam, menampilkan satu proyektor yang dipasang dan deretan kursi kosong yang diatur untuk para arwah.
Menurut Must Share News, warga Tionghoa Thailand percaya bahwa mengadakan upacara seperti itu, termasuk pemutaran film untuk orang mati, dapat menghibur jiwa yang gelisah dan membantu mereka merasa diingat dan dihormati.
Baca Juga: Koi Pla, Kudapan Tradisional Mematikan dari Mekong yang Renggut 20.000 Nyawa per Tahun
Berita Terkait
-
Dijual Terbatas! Intip Detail Menggemaskan Honda Scoopy Edisi Hello Kitty
-
Viral! Pria Diduga ODGJ Mandi Tanpa Busana di Air Terjun Kuala Lumpur, Netizen Berdebat
-
Pria Ini Tak Sadar Hidup 9 Tahun dengan Pecahan Kaca di Hatinya, Ukurannya Bikin Takjub
-
Netizen Cek Nomor Dada Wanda Hara Saat Ikut Marathon, Ternyata Pakai Identitas Berbeda
-
Koi Pla, Kudapan Tradisional Mematikan dari Mekong yang Renggut 20.000 Nyawa per Tahun
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China
-
Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Bisa Dipidana 1 Tahun Penjara