Suara.com - Pemberian susu UHT untuk anak-anak melalui program makan bergizi jadi perhatian penting, terutama mengenai kadar gula pada minuman kemasan tersebut.
Ahli Pangan dan Gizi Masyarakat Instut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Ali Khomsan menilai pemberian susu bisa jadi lebih mudah dijalankan bila pemerintah dapat memastikan ada industri dalam negeri yang memproduksi susu tetra pak khusus untuk program tersebut.
"Sekarang ini kan pemerintah masih menggunakan susu yang sudah ada di pasaran, itu yang dipakai. Susu di pasaran itu memang kadar gulanya beragam, ada yang orang levelnya tinggi, ada yang sedang, ada yang rendah," kata Ali kepada Suara.com saat dihubungi Kamis (1/8/2024).
Ali menambahkan, keuntungan lain dengan memproduksi susu tetra pak sendiri juga pemerintah bisa tentukan batasan gula pada setiap kemasannya.
"Kalau program ini nanti sudah menjadi program pemerintah dan ada industri-industri yang menghasilkan susu tetra pak, pemerintah bisa menetapkan batasan sendiri bahwa untuk susu sekolah ini, saya menginginkan gula sekian persen atau sekian gram yang masuk di dalam setiap tetrapak yang akan dibagikan," tuturnya.
Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan bahwa batas maksimal konsumsi gula per orang per hari sebesar 50 gram sehari. Akan tetapi, jumlah tersebut bisa jadi lebih rendah untuk anak-anak.
Merujuk rekomendasi dari European Society for Paediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (ESPGHAN) Committee on Nutrition, anak usia 10-13 tahun maksimal konsumsi gula sebanyak 24-27 gram. Usia 13-15 tahun maksimal 27-32 gram dan remaja 15-19 tahun maksimal 28-37 gram.
Ali menegaskan bahwa mengontrol batasan konsumsi gula itu sangat penting agar anak-anak tidak berisiko terkena diabetes.
"Nanti kalau ini sudah menjadi program nasional, pemerintah bisa menetapkan acuan sendiri mau sekian gram untuk susu anak sekolah, tidak boleh lebih. Rambu-rambu itu tetapkan sendiri oleh pemerintah berserta jajarannya, terutama kemenkes," ujar Ali.
Baca Juga: Anggaran Makan Siang Bergizi Cuma Rp 15 Ribu Per Anak, Ahli Gizi Sarankan Tak Perlu Ada Susu
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
Terkini
-
Kabar Duka dari Tanah Suci: Calon Haji Asal Bengkulu Wafat Usai Beribadah di Masjid Nabawi
-
101 Terduga Perusuh May Day Dipulangkan, Polda Metro Jaya Kini Buru Aktor Intelektual dan Pendana
-
Kedok Pekerja Migran, Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 42 Calon Haji Ilegal di Bandara Soetta
-
Irma Suryani Ingatkan DPR Tak Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan
-
Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz
-
Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah
-
Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun
-
Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk
-
Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan
-
Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy