Istri Britton, Erin, yang tidak mengetahui kejahatannya, dilaporkan telah mengubah nama belakangnya sejak pengungkapan tersebut. Properti pasangan itu, tempat terjadinya pelecehan, disiapkan untuk dijual, tetapi sebelumnya dirusak dengan tulisan "Pembunuh Anjing" yang disemprotkan di dinding.
Di pengadilan, Britton menyatakan penyesalannya melalui surat yang dibacakan oleh pengacaranya, dengan menyatakan bahwa ia telah berjuang melawan gangguan parafilik yang langka. Gangguan ini didefinisikan sebagai memiliki minat, dorongan, fantasi, atau perilaku seksual yang terus-menerus dan berulang dengan intensitas yang nyata yang melibatkan objek, aktivitas, atau bahkan situasi yang sifatnya tidak biasa.
"Saya sangat menyesali rasa sakit dan trauma yang saya sebabkan pada hewan yang tidak bersalah dan akibatnya pada keluarga, teman, dan anggota masyarakat yang saya pengaruhi", katanya.
Britton juga berjanji untuk mencari pengobatan jangka panjang dan meminta privasi bagi keluarganya saat mereka berusaha untuk pulih dari cobaan tersebut.
Berita Terkait
-
Terekam Kamera! Detik-detik Anjing Jatuh dari Gedung Timpa Balita hingga Tewas
-
Fuji Trauma Usai Terkena Pelecehan Seksual oleh Ibu-Ibu Tak Dikenal: Gue Pengen Nangis
-
5 Fakta Kasus Pelecehan Seksual Fuji di Event Lari Kendari, 'Aku Lebih Baik Digebukin'
-
Siapa Sosok Pelaku Pelecehan Seksual Fuji Saat Event Lari di Kendari?
-
Bukan Robot AI! Seekor Anjing Jebloskan Dokter Pedofil ke Penjara Berkat Indra Penciumannya
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek
-
Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian
-
Nadiem Makarim Akui Cemas Saat Jadi Menteri, Rekrut Tim Inti untuk Bantu Birokrasi
-
Di Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ungkap Ada Arahan Langsung Jokowi
-
Heboh Dugaan Suap BEM UBK, Guntur Romli Singgung Modus MBG 'Mahasewa diBayar Gibran'
-
Pramono Pastikan HUT Jakarta ke-499 Berlangsung Meriah, Tapi Tak Berlebihan
-
DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian
-
Desain Kawasan Suburban Dinilai Perparah Emisi, Mengapa?