News / Internasional
Kamis, 08 Agustus 2024 | 19:08 WIB
Ilustrasi buaya. (AFP)

Istri Britton, Erin, yang tidak mengetahui kejahatannya, dilaporkan telah mengubah nama belakangnya sejak pengungkapan tersebut. Properti pasangan itu, tempat terjadinya pelecehan, disiapkan untuk dijual, tetapi sebelumnya dirusak dengan tulisan "Pembunuh Anjing" yang disemprotkan di dinding.

Di pengadilan, Britton menyatakan penyesalannya melalui surat yang dibacakan oleh pengacaranya, dengan menyatakan bahwa ia telah berjuang melawan gangguan parafilik yang langka. Gangguan ini didefinisikan sebagai memiliki minat, dorongan, fantasi, atau perilaku seksual yang terus-menerus dan berulang dengan intensitas yang nyata yang melibatkan objek, aktivitas, atau bahkan situasi yang sifatnya tidak biasa.

"Saya sangat menyesali rasa sakit dan trauma yang saya sebabkan pada hewan yang tidak bersalah dan akibatnya pada keluarga, teman, dan anggota masyarakat yang saya pengaruhi", katanya.

Britton juga berjanji untuk mencari pengobatan jangka panjang dan meminta privasi bagi keluarganya saat mereka berusaha untuk pulih dari cobaan tersebut.

Load More