Suara.com - Perang antara Ukraina vs Rusia nampaknya semakin panas, usai negara yang dipimpin Volodymyr Zelenskyy tersebut dipersilahkan Denmark untuk menyerang negara Vladimir Putin.
Bahkan militer Ukraina boleh menggunakan jet-jet tempur F-16 yang dipasok Denmark untuk melakukan serangan ke Rusia, termasuk ke Kursk.
Informasi itu disampaikan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen. Izin itu sebelumnya juga disebutkan pada awal Agustus oleh Menteri Luar Negeri Denmark Lokke Rasmussen.
Ketika itu, Rasmussen mengatakan angkatan bersenjata Ukraina punya hak untuk menyerang wilayah Rusia dengan menggunakan persenjataan yang dikirim Denmark.
"Kami tidak memberlakukan pembatasan pada F-16. Harus sesuai dengan hukum internasional... Kami memberikan jet-jet ini tanpa pembatasan (selain) sesuai dengan hukum internasional," kata PM Fredriksen, saat menjawab pertanyaan pada Forum GLOBSEC.
Perdana menteri Denmark itu mengatakan para pemimpin negara-negara Eropa perlu berhenti bicara soal membatasi Ukraina dalam menggunakan persenjataan.
Frederiksen juga mendesak negara-negara anggota Uni Eropa untuk menganggarkan lebih banyak dana untuk pertahanan agar Eropa bisa menjaga keamanannya sendiri.
Denmark dan Belanda berada di antara negara-negara pertama yang setuju memasok pesawat tempur F-16 bagi Ukraina.
Sementara itu, Gedung Putih -- kantor presiden Amerika Serikat -- memastikan bahwa Ukraina akan menerima sejumlah jet tempur buatan AS dari negara-negara ketiga begitu pilot-pilot Ukraina selesai menjalani pelatihan.
Baca Juga: Gara-gara Tidak Mau dengarkan Suara Rakyat, Presiden Prancis Emmanuel Macron Hadapi Pemakzulan
Ukraina pada 6 Agustus meluncurkan serangan ke Kursk, wilayah milik Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut serangan itu sebagai provokasi besar-besaran terhadap warga sipil. Ia menyatakan Rusia akan melakukan pembalasan setimpal.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia pada Sabtu, Ukraina kehilangan lebih dari 8.200 personel serta 76 tank dalam serangan tersebut. [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Hemat BBM, Pejabat Pemkot Mataram Wajib Bersepeda ke Kantor Mulai Pekan Depan
-
Safaruddin Ngamuk di DPR, Soroti Gaji Guru Polri Rp 100 Ribu per Jam: Harusnya Rp 5 Juta per Jam!
-
BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Sebagian Besar Ibu Kota Provinsi saat Jumat Agung
-
Dikritik DPR soal Kasus Amsal Sitepu, Kajari Karo Minta Maaf dan Janji Evaluasi
-
Beda dengan Indonesia, Pakistan Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen
-
Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit
-
Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran
-
Kasus Amsal Sitepu: Hinca Panjaitan Desak Kajari Dicopot dan Kapuspen Kejagung Minta Maaf
-
Menteri Pertahanan Malaysia Janji Tindak Tegas Kasus Penganiayaan Prajurit hingga Cedera Otak
-
Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran