Suara.com - Miris, mungkin kata itu bisa ditujukan kepada seorang bocah laki-laki berusia 14 tahun, lantaran telah melakukan pembunuhan kepada pria asal India bernama Bhim Kohli (80).
Peristiwa berdarah itu terjadi saat Bhim Kohli sedang berjalan dengan anjing kesayangan di taman dekat kota Leicester di Inggris.
Kabar tersebut diketahui usai pengadilan setempat pada hari Kamis memunculkan adanya tuduhan pembunuhan yang dilakukan oleh bocah (Tidak bisa disebutkan namanya).
Dia termasuk di antara lima anak berusia antara 12 dan 14 tahun yang ditangkap setelah kematian Kohli di rumah sakit pada Senin malam oleh Polisi Leicestershire, dan empat lainnya dibebaskan lebih awal tanpa tindakan lebih lanjut.
Sementara itu, keluarga Kohli mengeluarkan pernyataan melalui polisi yang mengatakan bahwa mereka patah hati dan berjuang untuk mengatasi kehilangan orang yang penuh kasih dan perhatian.
Keluarga korban menuntut kepada pihak penegak hukum untuk bisa berlaku adil, karena Bhim Kohli meninggal dunia.
"Bhim adalah seorang suami, ayah, dan kakek yang penyayang. Ia juga seorang putra, saudara laki-laki, dan paman. Ia menyayangi cucu-cucunya dengan sepenuh hati dan senang menghabiskan waktu bersama mereka. Ia benar-benar orang yang penuh kasih dan perhatian yang hidupnya berpusat pada keluarganya," kata pernyataan itu.
"Dia selalu menjadi seorang pekerja keras dan bahkan pada usia 80 tahun dia masih sangat aktif. Salah satu minat terbesarnya adalah penjatahannya, dia akan pergi setiap hari untuk merawat lahannya dan sangat bangga dengan hal tersebut. Dia juga menikmati mengajak anjing keluarga Rocky berjalan-jalan di taman berkali-kali dalam sehari," kata pernyataan itu.
Keluarga tersebut menceritakan bagaimana Kohli "suka tertawa" dan selalu sangat bahagia serta banyak bicara, "pelawak keluarga" yang selalu senang mengakali kami dengan senyuman.
Baca Juga: 20 Tahun Dalang Pembunuhan Tak Tersentuh, Usman Hamid Tuding Negara Tak Berniat Usut Kasus Munir
“Keluarga kami telah tinggal di rumah yang sama di Braunstone selama 40 tahun, jadi dia sangat terkenal di masyarakat – kami sangat terharu dengan pesan dan dukungan dari banyak orang yang mengenalnya. Hati kami benar-benar hancur. Kami sekarang bersatu sebagai sebuah keluarga untuk mencoba dan mendukung satu sama lain melalui masa-masa tersulit yang bisa dibayangkan dan akan meminta privasi saat kami melakukan ini," pernyataan itu menyimpulkan.
Pemeriksaan post-mortem yang dilakukan setelah serangan di Franklin Park di Braunstone Town pada Minggu malam memastikan penyebab kematiannya adalah cedera leher, sementara tes lebih lanjut akan dilakukan.
“Keadaan seputar kematian Kohli sangat tragis dan menyedihkan tidak hanya bagi keluarga dan teman-temannya tetapi juga masyarakat luas,” kata Detektif Inspektur Emma Matts, Petugas Investigasi Senior di Kepolisian Leicestershire, awal pekan ini.
“Kami terus memberikan dukungan kepada keluarga melalui petugas penghubung keluarga kami dan tim kepolisian setempat berada di lokasi untuk memberikan kepastian dan mendiskusikan masalah atau kekhawatiran apa pun,” tambahnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak
-
5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal
-
Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang
-
Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap
-
Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku
-
PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional
-
Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran
-
Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi
-
PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu