Suara.com - Seorang pria tunawisma telah dihukum karena menikam seorang mahasiswi sebanyak 46 kali dan merekam serangan brutal tersebut di Los Angeles, AS, demikian menurut laporan. Dalam rekaman audio, pria tersebut terdengar berjanji tidak akan menyakitinya.
Menurut jaksa, Shawn Laval Smith yang berusia 34 tahun sedang "memburu seorang wanita sendirian" pada tahun 2022 ketika ia menemukan Brianna Kupfer yang berusia 24 tahun di toko furnitur tempat wanita itu bekerja.
Ketika memasuki toko, Kupfer mengirim pesan teks kepada temannya yang mengatakan bahwa ia merasa tidak nyaman dengan seorang pria yang berada di dalam toko, kata mereka.
Sekitar 20 menit setelah pesan teks itu, ia ditemukan tewas di lantai berlumuran darah.
Audio yang direkam oleh Smith menjadi kunci dalam menghukumnya atas pembunuhan yang mengerikan itu. Dalam klip tersebut, seorang pria terdengar mengatakan bahwa ia "tidak akan menyakiti" seorang wanita dan memerintahkannya untuk "turun ke lantai saja."
Seorang wanita terdengar berteriak saat pria itu berkata, "Sudah berakhir, sudah berakhir, sudah berakhir, sudah berakhir."
Setelah penusukan, dia melarikan diri dari toko furnitur melalui pintu belakang dan meninggalkan Kupfer yang berdarah hingga meninggal.
Jaksa penuntut mengatakan Smith telah berencana untuk menyerang seorang wanita yang sendirian dan meninggalkan rumahnya dalam keadaan siap membunuh. Pengacara Kupfer menyebutnya sebagai orang sakit ala Hannibal Lecter yang menyukai ide membantai wanita, kata New York Post.
"Pria ini membenci wanita. Mungkin lebih mudah untuk tidur di malam hari dengan berpikir ada yang salah dengannya daripada menghadapi kenyataan bahwa pria ini sedang dalam perang salib untuk memburu, menghancurkan, dan membunuh hanya karena fakta bahwa dia seorang wanita," katanya.
Baca Juga: Pesan Terakhir yang Menyeramkan, Remaja 14 Tahun AS Tembak Mati Dua Siswa dan Guru di Sekolahnya
Di tempat kejadian perkara, polisi menemukan rekaman audio dan pisau filet (yang digunakan untuk mengiris dan menyiapkan ikan). Pisau itu telah bengkok setelah serangan yang mengerikan itu.
Kedua barang itu tercakup dalam DNA-nya yang merupakan kunci dalam membuktikan kesalahannya.
Smith, yang memiliki catatan kriminal panjang termasuk penyerangan terhadap polisi dan vandalisme, dibebaskan dengan jaminan setelah ia dituduh menembakkan pistol suar dari sebuah kendaraan.
"Brianna Kupfer adalah seorang wanita muda yang menjanjikan yang hidupnya berakhir tragis terlalu cepat. Saya berterima kasih kepada juri atas pertimbangan dan dedikasi mereka yang matang dalam memutuskan terdakwa bersalah," kata pengacara Kupfer dalam sebuah pernyataan setelah putusan.
Berita Terkait
-
Ulasan Buku I Heard you Paint Houses: Kisah Nyata Pembunuh Berantai
-
Bikin Skenario Licik di Kasus Pembunuhan Ibu-Anak, Kanit Resmob Polres Subang jadi Tersangka
-
Geger Kematian Mengenaskan Pasutri Di Tangerang, Tubuh Korban Penuh Luka Tusukan
-
WNI Perempuan Asal Medan Tewas Dibunuh Suami Di Albania
-
Pesan Terakhir yang Menyeramkan, Remaja 14 Tahun AS Tembak Mati Dua Siswa dan Guru di Sekolahnya
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi